Dari Medan Perang ke Pasar Gelap, Senjata Israel Dicuri Jatuh ke Geng Kriminal
TEL AVIV, iNews.id - Senjata dan amunisi militer Israel yang digunakan selama perang Gaza kini diduga bocor ke dunia kriminal. Sejumlah senjata yang dicuri dari gudang militer dilaporkan telah jatuh ke tangan geng kriminal dan beredar di pasar gelap.
Di antara persenjataan yang ditemukan adalah roket anti-tank LAW. Stasiun televisi Israel, KAN, melaporkan militer Israel kemungkinan tidak mengetahui secara pasti berapa banyak senjata dan amunisi yang hilang dari gudang mereka.
Temuan tersebut terungkap setelah dua insiden yang melibatkan roket LAW terjadi di sejumlah kota Israel, termasuk Sajur dan Jaljulia. Senjata yang semestinya berada dalam pengawasan militer itu justru ditemukan di lingkungan sipil.
Menurut laporan KAN, senjata dan amunisi tersebut bahkan dijual dengan harga murah di pasar gelap. Kondisi ini mengindikasikan persenjataan kemungkinan dicuri dalam jumlah besar setelah gudang darurat dibuka selama perang Gaza.
Peringati HUT Ke-81 RI di Rumania, WNI dan Diaspora Perkuat Semangat Persatuan dan Kepedulian
Persoalan semakin rumit karena sebagian amunisi yang hilang dapat tercatat dalam sistem sebagai persediaan yang telah digunakan selama perang. Akibatnya, aparat kesulitan menentukan jumlah sebenarnya senjata dan amunisi yang dicuri.
Selain roket anti-tank, kepolisian Israel juga menemukan peningkatan penggunaan drone dan senjata militer oleh geng-geng kriminal. Salah satu kasus terjadi di Nazareth pekan ini ketika sebuah granat tangan dijatuhkan dari drone.
Data kepolisian menunjukkan penggunaan granat tangan dalam aksi kriminal meningkat tajam. Jumlah kejahatan yang melibatkan granat tangan melonjak dari 75 kasus pada 2023 menjadi 988 kasus pada 2024, atau hampir tiga kejadian setiap hari.
Penyelidikan unit Lahav 433 kepolisian Israel juga mengungkap aktivitas mencurigakan terkait pembelian drone. Perusahaan-perusahaan di komunitas Badui diketahui membeli ratusan drone pengangkut kargo berukuran besar menggunakan faktur palsu.
Namun, keberadaan drone-drone tersebut hingga kini belum diketahui. Pihak berwenang juga belum berhasil memetakan lokasi penggunaannya.
Kepolisian, militer, badan intelijen dalam negeri Shin Bet, serta sejumlah lembaga keamanan Israel kini menilai skala ancaman yang ditimbulkan oleh peredaran senjata dan drone tersebut.
Mereka juga tengah mengembangkan metode untuk menghadapi penggunaan drone dan persenjataan militer oleh kelompok kriminal di dalam negeri.










