Prabowo Singgung Kasus Dadan Hindayana: Saya yang Serahkan ke Kejaksaan

Prabowo Singgung Kasus Dadan Hindayana: Saya yang Serahkan ke Kejaksaan

Terkini | inews | Rabu, 16 September 2026 - 22:02
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kedekatan dengan dirinya bukan alasan bagi seseorang untuk mendapat perlindungan dalam proses hukum. Dia mencontohkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang disebut pernah menjadi tim sukses dan tim pakarnya.

Prabowo mengatakan, dirinya bahkan yang mengangkat Dadan sebagai Kepala BGN. Namun, ketika Dadan terjerat kasus dugaan korupsi, Prabowo mengaku menyerahkan proses hukumnya kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Saya sudah buktikan. Pak Dadan itu tim sukses saya, tim pakar saya. Saya yang angkat di Kepala BGN. Saya juga yang serahkan ke kejaksaan," ucap Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9/2026).

Kejagung sebelumnya menetapkan Dadan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN periode 2025-2026.

Prabowo juga menyinggung penyitaan aset Hotel Sultan sebagai contoh lain yang menurutnya menunjukkan proses hukum tetap berjalan meski menyangkut orang yang dikenalnya.

"Berapa banyak yang sudah saya serahkan, dan banyak aset yang kita sita? Hotel Sultan itu, wah yang lobi ke saya banyak. Mungkin Pak Pontjo itu dianggap tokoh, dan memang kawan saya juga. Tapi saya nggak ada kawan, ini negara," kata dia.

Dia kemudian menceritakan sikap yang diambil saat menjabat Menteri Pertahanan. Prabowo mengaku sejak awal meminta keluarga dan orang-orang dekatnya di Gerindra tidak mencari bisnis di Kementerian Pertahanan untuk menghindari persoalan kepentingan.

"Begitu saya naik jadi Menteri Pertahanan, hari pertama saya naik, malam pertama saya kumpulin semua keluarga saya dan semua orang-orang dekat saya di Gerindra. Saya bilang, saya akan menjadi Menteri Pertahanan mulai besok, Anda semua tidak boleh ikut cari bisnis di Kementerian Pertahanan," tuturnya.

Prabowo mengatakan prinsip tersebut juga diterapkannya setelah menjadi Presiden. Dia mengaku telah mengingatkan orang-orang di Gerindra agar tidak melakukan kesalahan dengan mengandalkan kedekatan dengannya.

"Begitu saya jadi Presiden, saya sudah berkata hati-hati, saudara, Gerindra. Jangan karena saya Presiden, kalau kamu salah, saya nggak bisa lindungi kamu. Saya beritahu di depan. Dan Anda bisa lihat, berapa bupati (dari) Gerindra yang ditangkap (aparat penegak hukum), berapa wali kota, dan sebagainya," ucap Prabowo.

Menurut Prabowo, kepentingan nasional dan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan lainnya.

"Bernegara itu kita harus arif, kita harus bijak. Di ujungnya kepentingan nasional, kepentingan rakyat harus di atas segala hal," katanya.

Topik Menarik