Kekayaan Bernard Arnault Menguap Rp1.149 Triliun, Terdepak dari 10 Orang Terkaya Dunia
PARIS, iNews.id - Kekayaan miliarder Prancis Bernard Arnault menguap hingga 65 miliar dolar AS atau setara Rp1.149 triliun sepanjang tahun ini. Penurunan ini menjadi yang terbesar di antara 500 orang terkaya dunia dan membuat Arnault keluar dari daftar 10 besar untuk pertama kalinya sejak Maret 2017.
Menurut indeks miliarder Bloomberg, kekayaan Arnault turun menjadi 143 miliar dolar AS pada Kamis lalu. Pemilik LVMH tersebut kini berada di posisi ke-11 orang terkaya di dunia, di bawah Warren Buffett dan sedikit di atas pewaris Walmart, Jim Walton.
Padahal, kekayaan Arnault pernah menembus lebih dari 250 miliar dolar AS saat industri barang mewah mengalami lonjakan besar setelah pandemi.
Melansir Billionaires Africa, turunnya posisi Arnault membuat 10 besar orang terkaya dunia untuk pertama kalinya sejak indeks tersebut diluncurkan pada 2012 ditempati warga Amerika Serikat (AS).
Elon Musk berada di posisi teratas dengan kekayaan 918,8 miliar dolar AS atau setara Rp16.252 triliun, disusul Larry Page, Jeff Bezos, Sergey Brin, dan Michael Dell.
Sebagian besar kekayaan Arnault berasal dari kepemilikan sekitar 49 persen saham LVMH. Kepemilikan tersebut terutama berada melalui 97,5 persen sahamnya di Christian Dior yang tercatat di bursa serta Financière Agache, perusahaan investasi milik keluarganya.
Karena itu, pergerakan harga saham LVMH sangat memengaruhi kekayaan Arnault.
Saham LVMH saat ini diperdagangkan di kisaran 415 euro. Angka tersebut turun jauh dibandingkan lebih dari tiga tahun lalu ketika harganya mencapai 892 euro.
Saham LVMH mencapai puncaknya pada April 2023 sebelum kemudian tertekan akibat melemahnya permintaan di China, ketidakpastian tarif Amerika Serikat, serta penurunan konsumsi minuman beralkohol di sejumlah pasar.
Tidak hanya itu, perang di Timur Tengah juga ikut menekan pengeluaran konsumen di sejumlah pusat bisnis, termasuk Dubai.
Sebaliknya, indeks S&P 500 telah naik 11 persen sepanjang tahun ini, terutama didorong saham teknologi dan meningkatnya permintaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).
Perbedaan kinerja tersebut menjadi faktor utama perubahan posisi Arnault dalam daftar orang terkaya dunia, bukan karena perubahan besar dalam aktivitas bisnis pribadinya.
Arnault yang kini berusia 77 tahun mengambil alih perusahaan tekstil yang memiliki Christian Dior pada 1984 ketika perusahaan tersebut berada dalam kondisi bangkrut.
Dia kemudian menjual bisnis lainnya dan menggunakan hasil penjualan tersebut untuk mengambil kendali LVMH. Arnault menjadi chairman sekaligus CEO LVMH pada 1989.
Kelima anak Arnault dari dua pernikahannya kini bekerja di perusahaan tersebut. Untuk pertama kalinya, seluruh anaknya berbicara dalam rapat pemegang saham pada April lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Arnault menolak menjawab pertanyaan mengenai siapa yang akan menggantikannya sebagai CEO LVMH.
Gaji tahunan Arnault yang tercatat untuk 2026 mencapai 1.138.307 euro, sama seperti tahun sebelumnya.
Pada awal tahun ini, dia juga diperintahkan membayar 22,5 juta euro kepada otoritas pajak Prancis setelah terlibat sengketa pajak yang berlangsung selama bertahun-tahun.










