Sering Kembung Tanpa Sebab? Coba Kenali 4 Makanan dan Minuman Pemicu Gas di Perut
JAKARTA, iNews.id - Sering merasa kembung, begah, atau perut dipenuhi gas tanpa sebab yang jelas? Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Karena itu, mengenali makanan pemicu gas menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan kembung.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, mengungkap sejumlah makanan dan minuman yang pada sebagian orang dapat memicu produksi gas atau membuat perut terasa lebih penuh. Dia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki respons pencernaan yang berbeda sehingga pemicu kembung tidak selalu sama.
Salah satu yang perlu diperhatikan adalah kol. Sayuran dari kelompok tertentu, termasuk kol, mengandung karbohidrat yang dapat difermentasi oleh bakteri di usus. Proses tersebut dapat menghasilkan gas sehingga pada sebagian orang konsumsi kol dapat membuat perut lebih mudah kembung.
Selain kol, ubi juga termasuk makanan yang perlu diperhatikan jika seseorang sering mengalami perut begah. Kandungan karbohidrat dan serat di dalamnya dapat memengaruhi proses fermentasi di saluran pencernaan dan menyebabkan produksi gas pada sebagian orang.
Pemicu berikutnya adalah minuman bersoda. Karbonasi pada minuman tersebut dapat meningkatkan jumlah gas yang masuk ke saluran pencernaan. Akibatnya, sebagian orang dapat mengalami sendawa atau sensasi perut penuh dan kembung setelah mengonsumsinya.
"Kenali pemicu gas, setiap perut beda, tapi 'tersangka' utamanya biasanya: kol, ubi, minuman bersoda, atau produk susu (kalau kamu tidak kuat laktosa). Perhatikan mana yang bikin kembung, lalu kurangi," kata dr Cecep, dikutip Minggu (13/9/2026).
Makanan dan minuman berbahan susu juga dapat menjadi pemicu kembung, terutama pada orang yang mengalami intoleransi laktosa. Kondisi tersebut membuat tubuh kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.
Ketika laktosa tidak tercerna dengan baik, zat tersebut dapat difermentasi oleh bakteri di usus sehingga menimbulkan gas. Keluhan yang muncul dapat berupa kembung, banyak buang angin, sakit perut, hingga diare pada sebagian orang.
Namun, bukan berarti semua makanan tersebut harus dihindari oleh setiap orang. Menurut dr Cecep, penting untuk memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsi makanan tertentu.
Jika kembung sering muncul, seseorang dapat mencatat makanan dan minuman yang dikonsumsi serta waktu munculnya gejala. Dari pola tersebut, pemicu yang paling mungkin dapat lebih mudah dikenali.
Selain memperhatikan makanan, kebiasaan makan juga dapat memengaruhi banyaknya udara yang masuk ke saluran pencernaan. Makan terlalu cepat atau banyak berbicara saat mengunyah dapat membuat seseorang lebih banyak menelan udara.
Sebab itu, makan secara perlahan, mengunyah makanan dengan baik, dan tidak terburu-buru dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk membantu mengurangi udara yang masuk ke saluran pencernaan.
Aktivitas fisik ringan juga dapat dilakukan ketika perut terasa begah. Sebelumnya, dr Cecep menyarankan rangkaian gerakan selama 90 detik, mulai dari memutar badan ke kiri dan kanan, berjalan di tempat, hingga menarik lutut ke dada secara bergantian.
Meski kembung umumnya merupakan keluhan ringan, kondisi ini tidak sebaiknya terus diabaikan apabila terjadi berulang atau disertai gejala lain. Segera konsultasikan dengan dokter jika kembung disertai nyeri hebat yang tidak tertahankan, muntah terus-menerus, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau BAB berdarah.
Dengan mengenali makanan pemicu dan memperhatikan pola munculnya keluhan, seseorang dapat lebih mudah mengetahui kebiasaan atau jenis makanan yang membuat perutnya terasa kembung.










