Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak, Kemkomdigi Perkuat Jaringan Telekomunikasi Bantu Pencarian
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) turut membantu operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Dukungan diberikan melalui penguatan kualitas telekomunikasi di wilayah sekitar lokasi pencarian.
Kemkomdigi juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi spekulatif terkait keberadaan rombongan tersebut. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebagai otoritas pencarian dan pertolongan.
Koordinasi juga dilakukan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya untuk mendukung operasi SAR gabungan.
Dari sisi komunikasi dan digital, Kemkomdigi berkoordinasi dengan operator telekomunikasi untuk memastikan dukungan konektivitas yang diperlukan selama operasi pencarian dan pertolongan.
Makna Tifo Megah yang Dibentangkan Milanisti Indonesia di SUGBK saat Laga Chelsea vs AC Milan
“Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi juga memberi dukungan upaya pencarian rombongan wartawan dengan penguatan kualitas telekomunikasi di wilayah sekitar Selat Sunda,” ujarnya.
Kemkomdigi akan menyesuaikan dukungan jaringan dengan kebutuhan di lapangan selama operasi pencarian berlangsung.
5 Jurnalis dan 3 Kru Hilang Kontak
Lima jurnalis dan tiga kru speedboat dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda ketika hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) siang. Kelima jurnalis tersebut yakni Yudistiro Pranoto, jurnalis foto iNews; M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency dan Donal Husni, pekerja lepas.
Tak lama setelah keberangkatan, komunikasi dengan rombongan terputus. Hingga Rabu (9/9/2026), keberadaan mereka belum diketahui.
Operasi SAR gabungan pun dilakukan untuk mencari seluruh rombongan yang berada di atas speedboat tersebut. Meutya mengaku turut merasakan kekhawatiran yang dirasakan keluarga dan rekan-rekan para jurnalis.
“Kami turut merasakan kekhawatiran keluarga, rekan-rekan pers, dan seluruh masyarakat. Doa kami menyertai M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, Donal, serta seluruh awak kapal yang berada dalam rombongan tersebut. Semoga seluruhnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Meutya.
Meutya juga mengingatkan masyarakat agar menyaring informasi yang beredar mengenai hilang kontaknya rombongan jurnalis tersebut. Dia meminta masyarakat mengutamakan informasi yang bersumber dari lembaga resmi dan telah terverifikasi.
“Kami mendorong masyarakat untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi yang berasal dari sumber resmi dan terverifikasi, antara lain Basarnas, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta otoritas terkait lain,” katanya.
Kemkomdigi meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Termasuk dugaan mengenai kondisi para korban, lokasi keberadaan rombongan, hingga perkembangan operasi pencarian.
“Kemudian, tidak membuat atau menyebarkan spekulasi, konten yang menyesatkan, hoaks, maupun informasi yang dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat,” tambah Meutya.
Menurut Meutya, masyarakat juga perlu memberikan ruang bagi keluarga dan tim SAR agar dapat menjalankan proses pencarian dengan tenang. Fokus utama saat ini adalah keselamatan seluruh korban dan kelancaran operasi pencarian.
Meutya yang pernah menjadi jurnalis turut mengingatkan pentingnya keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik, terutama ketika peliputan dilakukan di wilayah yang memiliki potensi bahaya bencana.
“Karena itu, kami mengimbau seluruh insan pers maupun masyarakat untuk mematuhi batas aman dan arahan otoritas terkait, tidak mendekati kawasan berbahaya, serta memperhatikan perkembangan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik sebelum melakukan kegiatan di lapangan,” imbau Meutya.










