Purbaya Bongkar Kejanggalan DTSEN: Anak Masuk Desil 7, Tukang Becak Desil 10

Purbaya Bongkar Kejanggalan DTSEN: Anak Masuk Desil 7, Tukang Becak Desil 10

Terkini | inews | Rabu, 9 September 2026 - 12:03
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana menguji akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) setelah muncul laporan ketidaksesuaian penetapan kelompok kesejahteraan atau desil. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akurasi data yang menjadi salah satu acuan penyaluran program bantuan pemerintah.

Sorotan terhadap akurasi DTSEN muncul setelah Purbaya mengetahui anaknya, Yudo Achilles Sadewa, tercatat dalam desil 7. Di sisi lain, dia mendapat informasi seorang tukang becak justru masuk desil 10 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Purbaya mengaku belum mengetahui penyebab ketidaksesuaian tersebut. Dia juga menyebut pemutakhiran DTSEN 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dikabarkan belum sepenuhnya rampung.

"Kenapa datanya salah? Saya enggak tahu. Saya belum pernah cek dengan BPS gimana metodologinya, itu urusan mereka, mereka lebih ahli harusnya kan,” kata Purbaya saat berbincang dengan awak media di Jakarta dikutip, Rabu (9/9/2026).

Purbaya menambahkan, akurasi penetapan desil sangat penting karena kesalahan data dapat membuat program perlindungan sosial tidak tepat sasaran. Dia pun menyoroti informasi mengenai kondisi desil anaknya dan seorang tukang becak tersebut.

“Apalagi katanya anak saya desil 7, yang tukang becak ada desil 10. Kan enggak bener itu. Nanti saya cek lagi,” tuturnya.

Untuk memastikan akurasi data di lapangan, Purbaya berencana menerjunkan tim untuk menguji beberapa ratus sampel DTSEN setelah proses pemutakhiran selesai.

Pengujian tersebut akan dilakukan untuk melihat apakah terdapat ketidaksesuaian dalam penetapan desil masyarakat. Hasil pemeriksaan sampel nantinya akan menjadi bahan evaluasi terhadap kualitas data yang digunakan pemerintah.

Jika ditemukan banyak kesalahan atau ketidaksesuaian yang signifikan, Purbaya akan mendorong BPS melakukan evaluasi dan memperbaiki metodologi pendataan yang digunakan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan DTSEN memiliki tingkat akurasi yang lebih baik sehingga penyaluran berbagai program perlindungan sosial pemerintah dapat lebih tepat sasaran.

Topik Menarik