SAR Evakuasi Pendaki asal Kediri Tersesat di Gunung Semeru usai 7 Jam Pencarian

SAR Evakuasi Pendaki asal Kediri Tersesat di Gunung Semeru usai 7 Jam Pencarian

Nasional | inews | Rabu, 9 September 2026 - 15:53
share

MALANG, iNews.id – Tim SAR gabungan mengevakuasi Muhammad Isa Daus Wasa (20), pendaki asal Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, yang sempat tersesat di area Puncak Limpak, Gunung Semeru, Kabupaten Malang. Isa terpisah dari rombongannya saat nekat mendaki secara ilegal. 

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena tim penyelamat harus menembus jalur ekstrem di tengah kegelapan malam. 

Kepala Basarnas Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa laporan mengenai pendaki tersesat diterima pada Senin (7/9/2026). Laporan tersebut masuk setelah tujuh rekan korban lebih dulu diamankan oleh petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS). 

Menerima informasi titik koordinat korban di Puncak Limpak, Basarnas Kantor Siaga Malang menerjunkan dua Search and Rescue Unit (SRU) yang bergabung bersama BPBD Kabupaten Malang, petugas BB-TNBTS, relawan, dan warga setempat. 

"Pencarian memakan waktu 6 jam 45 menit hingga akhirnya tim menemukan survivor di Puncak Limpak, Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, pada Selasa (8/9/2026) siang," ujar Nanang Sigit, Rabu (9/9/2026).  

Setelah dipastikan dalam kondisi selamat, tim SAR memberikan pertolongan pertama berupa makanan dan minuman untuk memulihkan stamina korban. Skema evakuasi kemudian disusun sekitar pukul 14.30 WIB melalui jalur Purba Candi Jawar, Desa Argoyuwono, Kecamatan Ampelgading. 

Proses penurunan berjalan ekstra hati-hati karena medan yang terjal serta jarak pandang yang sangat terbatas.

"Perjalanan turun dilakukan dengan hati-hati karena tim harus melewati jalur ekstrem dengan penerangan minim pada malam hari. Sekitar pukul 19.00 WIB, tim SAR bersama korban akhirnya tiba di posko dengan selamat," kata Nanang. 

Usai menjalani pemeriksaan awal dan dimintai keterangan, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara itu, tujuh rekan korban yang ditangkap sebelumnya kini harus berhadapan dengan proses hukum karena nekat menerobos jalur pendakian Gunung Semeru yang sedang ditutup total akibat kebakaran hutan.

Topik Menarik