Chivu Berani Tantang Real Madrid: Inter Milan Tak Mau Ubah Jati Diri di Bernabeu

Chivu Berani Tantang Real Madrid: Inter Milan Tak Mau Ubah Jati Diri di Bernabeu

Olahraga | inews | Selasa, 8 September 2026 - 17:10
share

MADRID, iNews.id - Inter Milan membawa ambisi besar saat menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabéu pada laga pembuka Liga Champions, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB. Pelatih I Nerazzurri Cristian Chivu menegaskan timnya ingin menulis sejarah baru di kompetisi Eropa.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi Inter Milan karena Santiago Bernabéu memiliki kenangan khusus bagi klub asal Italia tersebut. Pada 2010, Inter Milan meraih salah satu kemenangan paling bersejarah di stadion itu saat masih ditangani Jose Mourinho.

Kini situasinya berbeda. Mourinho kembali berada di Real Madrid dan akan menghadapi Inter Milan sebagai lawan, sedangkan Chivu memimpin Nerazzurri dalam kampanye Liga Champions keduanya sebagai pelatih kepala.

Chivu punya ikatan kuat dengan Mourinho. Dia menjadi bagian dari skuad Inter Milan yang meraih treble pada 2010. Meski demikian, Chivu menegaskan filosofi sepak bola yang dia gunakan saat ini bukan hasil meniru mantan pelatihnya tersebut.

“Kami memiliki kewajiban untuk menulis halaman penting dalam sejarah klub ini,” ujar Chivu dalam konferensi pers sebelum pertandingan, dikutip FCInter1908.

“Dalam beberapa tahun terakhir, klub ini telah mencapai standar penting, dan kami harus menulis halaman lain dalam sejarahnya.”

Chivu Tak Mau Inter Milan Kehilangan Identitas

Chivu juga berbicara mengenai perasaannya kembali ke Santiago Bernabéu. Menurut dia, stadion tersebut kini semakin modern dan tetap menjadi tempat istimewa untuk pertandingan besar.

“Emosi saya di stadion ini? Stadion ini menjadi semakin indah. Sekarang bahkan lebih modern dan menjadi kesenangan bagi semua orang yang memiliki kesempatan bermain di stadion ini,” kata Chivu.

Mengenai Mourinho, Chivu memberikan penghormatan khusus kepada sosok yang pernah membantunya melewati masa sulit dalam kehidupan.

“Mourinho adalah orang yang spesial bagi saya. Bertemu dengannya merupakan sebuah keberuntungan. Dia membantu saya selama momen paling sulit dalam hidup saya, dan saya tidak akan pernah melupakannya,” ucap Chivu.

Namun, kedekatan tersebut tidak membuat Chivu mengadopsi seluruh filosofi Mourinho. Dia menegaskan punya pendekatan sendiri setelah mendapatkan pengalaman sebagai pemain dan ketika bekerja di sektor pembinaan pemain muda.

“Saya tidak pernah meniru siapa pun,” jelas Chivu.

“Saya memiliki ide sepak bola sendiri, yang dibangun ketika saya menjadi pemain dan selama bertahun-tahun di sektor pembinaan pemain muda, ketika saya memiliki kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai hal yang membantu saya pada tahun-tahun ini.”

Laga di Bernabéu juga menjadi tantangan dari sisi sejarah. Inter Milan disebut sudah 60 tahun tidak mampu meraih kemenangan di markas Real Madrid. Chivu mengakui pertandingan tersebut tidak akan mudah, tetapi dia menolak mengubah karakter permainan timnya hanya karena menghadapi lawan besar.

“Bermain di Bernabéu tidak pernah mudah bagi siapa pun. Sudah 60 tahun sejak Inter menang di sini,” ujar Chivu.

“Banyak tim kesulitan menang di sini. Kami akan melakukan yang terbaik, tetapi tanpa mengubah siapa diri kami. Kami ingin dominan, kami ingin menunjukkan bahwa kami telah berkembang, dan tidak ada cara sempurna untuk menghadapi Real Madrid.”

Chivu juga menekankan pentingnya seluruh pemain Inter Milan dalam pertandingan tersebut. Menurut dia, perhatian tidak hanya tertuju kepada pemain yang masuk starting XI karena pemain pengganti juga dapat menentukan jalannya pertandingan.

“Yang penting bukan siapa yang menjadi starter, tetapi 16 pemain yang memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pertandingan. Apa yang terjadi dalam tiga pertandingan liga pertama menjadi buktinya,” kata Chivu.

“Besok kalian akan melihat pilihan saya dan keputusan yang saya buat.”

Persiapan Inter Milan menuju pertandingan juga tidak ideal. Tim tersebut hanya memiliki waktu singkat untuk memulihkan kondisi setelah menjalani pertandingan Serie A pada Sabtu.

“Saya mungkin memilih satu hari istirahat lagi setelah pertandingan Sabtu malam yang melelahkan dan indah. Namun, inilah jadwalnya dan kami harus terbiasa dengan hal tersebut,” tutur Chivu.

Inter Milan punya pengalaman cukup besar di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir setelah mampu melangkah ke fase akhir. Namun, Chivu mengingatkan format kompetisi saat ini tidak memberikan ruang untuk kehilangan banyak poin.

“Dalam dua edisi terakhir, kami semua memahami poin yang dibutuhkan untuk memiliki peluang finis di delapan besar,” ujarnya.

“Kami juga memahami apa artinya tidak lolos. Play-off merupakan pertandingan yang sulit; kemenangan di Liga Champions tidak pernah bisa dijamin.”

Topik Menarik