Insiden Kecelakaan di Indonesia Masih Hantui Marc Marquez
Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, ternyata masih merasakan dampak kecelakaan yang dialaminya di Indonesia. Dokter bedah Marquez, Dr. Samuel Antuna, mengungkapkan bahwa insiden tersebut membuat kekuatan lengan kanan sang pembalap lebih lemah dibandingkan lengan kirinya.
Kecelakaan yang dimaksud terjadi pada 5 Oktober 2025 dalam balapan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok. Marquez terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi pada lap pertama. Bezzecchi yang mencoba melakukan manuver dari sisi dalam menabrak bagian belakang motor Marquez hingga keduanya terjatuh. Marquez kemudian mengalami cedera pada tulang selangka kanannya.
Setahun setelah insiden tersebut, Mandalika kembali menjadi salah satu seri penting dalam kalender MotoGP. MotoGP Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026, dengan balapan utama digelar pada Minggu, 11 Oktober.
Marc Marquez sendiri saat ini masih menjadi kandidat juara MotoGP 2026. Pembalap berusia 33 tahun itu telah memenangkan empat dari 13 seri balapan musim ini.
Pencapaian tersebut membuat Marquez menempati posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 237 poin. Dia hanya tertinggal 19 poin dari pemuncak klasemen, Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing.Padahal, Marquez sempat absen dalam dua seri balapan musim ini. The Baby Alien -julukan Marc Marquez- harus menepi karena cedera dan menjalani operasi bahu.
Tekad Marquez untuk terus bersaing di lintasan tetap besar kendati kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih. Dr. Samuel Antuna mengungkapkan, Marquez sejatinya masih merasakan dampak kecelakaan di Indonesia pada musim lalu.
Dampak terbesarnya terlihat pada kondisi lengan kanan Marquez yang kini tidak sekuat lengan kirinya. Menurut Dr. Samuel Antuna, kecelakaan tersebut telah mengubah kondisi fisik pembalap asal Spanyol itu.
"Kekuatan yang bisa ia kerahkan dengan lengan kanannya tidak sebanding dengan lengan kirinya," kata Dr. Samuel Antuna dikutip dari Crash, Senin (7/9/2026).
"Namun, sebelum kecelakaan di Indonesia, kondisinya baik-baik saja. Dia bisa berkendara, tidak merasakan sakit, dan tidak mengeluh tentang apa pun. Jatuh itu mengubah segalanya," sambungnya.Dr. Samuel mengatakan Marquez harus memberikan perhatian khusus terhadap lengan kanannya sebelum menjalani balapan. Pasalnya, sejumlah otot di bagian tersebut tidak lagi memiliki kekuatan seperti sebelum cedera.
"Dia memiliki otot latissimus dorsi yang kuat, tetapi secara mekanis terganggu. Hal yang sama berlaku untuk otot teres major. Namun, masalah utamanya adalah ia kehilangan kekuatan pada otot bisepnya," jelas Dr. Samuel.
"Kekuatan lengan itu sangat terbatas, terutama otot bisepnya. Saya kira kekuatannya hanya sekitar 50 dari kapasitas maksimalnya," tambahnya.
Selain akibat kecelakaan, kekuatan sejumlah otot tersebut juga berkurang setelah Marquez menjalani berbagai operasi. Meski demikian, Dr. Samuel memastikan Marquez tidak kehilangan fungsi otot pada lengan kanannya.
"Marc tidak kehilangan otot, tetapi otot trisep, latissimus dorsi, teres major, dan pectoralis major telah terpengaruh oleh berbagai operasi," ujar Dr. Samuel.
"Otot-otot tersebut sedikit mengalami atrofi dan perubahan. Inilah sebabnya mengapa lengan kanannya tidak sekuat lengan kirinya," tukasnya.









