Haaland Ungkap Hobi Aneh untuk Redakan Stres, Khawatir Burnout di Man City

Haaland Ungkap Hobi Aneh untuk Redakan Stres, Khawatir Burnout di Man City

Olahraga | inews | Selasa, 8 September 2026 - 16:00
share

MANCHESTER, iNews.id - Erling Haaland mengaku khawatir mengalami burnout akibat menjalani musim berat bersama Manchester City usai tampil gemilang bersama Norwegia di Piala Dunia.

Haaland menjalani periode luar biasa bersama tim nasional Norwegia. Penyerang berusia 26 tahun tersebut mencetak tujuh gol selama turnamen dan menjadi salah satu pemain yang paling mendapat sorotan.

Namun, rangkaian pertandingan panjang tersebut juga membuat Haaland menyadari pentingnya menjaga kondisi mental. Dia hanya mendapatkan waktu istirahat sekitar dua pekan sebelum harus kembali mempersiapkan diri menghadapi musim baru.

Di tengah padatnya aktivitas sepak bola, Haaland ternyata memiliki cara unik untuk menjernihkan pikiran. Bintang Manchester City itu mengaku gemar membelah kayu menggunakan kapak ketika sedang berada di rumah.

Haaland melakukan aktivitas tersebut di sebuah bangunan yang berada di area kediamannya di Cheshire. Menurut dia, kegiatan sederhana itu membantu memberikan ketenangan setelah menjalani rutinitas sebagai pesepak bola profesional.

Hobi Aneh Haaland untuk Menenangkan Pikiran

Melalui kanal YouTube miliknya, Haaland memperlihatkan tempat yang dia gunakan untuk membelah dan membakar kayu. Dia menyebut aktivitas tersebut menjadi salah satu cara favoritnya menghabiskan waktu ketika berada di rumah.

“Di sinilah keajaiban terjadi. Di sinilah saya membelah kayu dan membakarnya," kata Haaland.

“Ini memberikan ketenangan dalam pikiran saya, itu yang saya sukai. Membelah kayu, membakarnya, lalu bersantai sendirian," ujarnya.

“Ini sangat baik bagi saya, membuat pikiran saya jernih. Jadi, inilah yang saya lakukan ketika berada di rumah.”

Haaland juga mengaku menikmati suasana ketika melihat api. Baginya, aktivitas tersebut memberikan ketenangan sekaligus membuat dia lebih dekat dengan alam.

“Melihat api adalah kedamaian yang sesungguhnya. Ini salah satu hal favorit saya untuk dilihat. Alam adalah kehidupan.”

Kebiasaan tersebut ternyata sudah dilakukan Haaland sejak lama. Dia mengaku aktivitas membelah kayu sudah menjadi bagian dari kehidupannya sejak masih berada di Norwegia.

“Orang-orang akan mengira saya bercanda, tetapi sebenarnya inilah yang saya lakukan. Saya sudah melakukannya selama yang bisa saya ingat.”

“Kami biasa melakukannya di kabin saya di Norwegia. Di sana, orang-orang melakukannya di pegunungan — momen yang nyaman, membakar kayu.”

“Saya suka melakukannya di luar maupun di dalam, tetapi saya lebih menyukai suasana seperti berkemah ini karena damai dan tenang. Itu sebabnya saya menyukainya.”

Haaland menyebut kebiasaan tersebut berasal dari sang ayah, Alfie Haaland, yang pernah bermain untuk Leeds dan Manchester City serta Nottingham Forest.

Menurut Haaland, sang ayah pernah memberikan filosofi unik mengenai manfaat membelah kayu. Proses tersebut dinilai membuat tubuh panas berkali-kali sebelum kayu akhirnya digunakan untuk membuat api.

“Ayah saya mengajarkan ini kepada saya — kayu bakar membuat Anda panas beberapa kali.”

“Pertama, Anda harus menebang pohonnya, yang membuat Anda panas.”

“Kemudian Anda harus membelahnya, membuat Anda panas. Menjemurnya, membuat Anda panas.”

“Pergi mengambilnya dan membawanya ke dalam, membuat Anda panas. Kemudian Anda membakarnya. Enam kali Anda menjadi panas, dari satu pohon itu.”

Haaland Mulai Khawatir Burnout

Waktu yang dihabiskan Haaland di kabinnya menjadi bagian dari proses memulihkan diri setelah menjalani Piala Dunia yang disebutnya sangat gila.

Norwegia mampu melaju hingga perempat final setelah Haaland membantu negaranya menyingkirkan Brasil. Namun, perjalanan Norwegia akhirnya terhenti setelah kalah 1-2 dari Inggris melalui perpanjangan waktu.

Perayaan kemenangan Norwegia dengan selebrasi Viking rowing juga menjadi salah satu momen yang terus dikenang dari turnamen tersebut. Popularitas Haaland meningkat seiring performanya bersama negaranya.

Di sisi lain, Haaland menyadari tuntutan fisik dan mental setelah Piala Dunia dapat menjadi persoalan ketika dia kembali memperkuat Manchester City. Dia bahkan mengakui belum pernah menghadapi situasi serupa sebelumnya.

“Terkadang kami juga membutuhkan istirahat. Saya belum pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya — saya belum pernah bermain di Piala Dunia, jadi saya tidak tahu seperti apa rasanya.”

“Tampil sangat baik di Piala Dunia, selebrasi rowing. Semuanya, bagaimana semuanya menyatu, sungguh gila.”

“Rasanya seperti kami memenangkan Piala Dunia, dalam beberapa hal. Seluruh dunia membicarakan selebrasi rowing, saat liburan. Bahkan sekarang, ketika bertemu orang-orang di jalan.”

Haaland mengaku membutuhkan waktu untuk memproses seluruh pengalaman tersebut setelah kembali dari Piala Dunia. Dia juga menyadari persiapan fisik saja tidak cukup untuk menghadapi musim panjang.

“Ketika saya kembali, rasanya seperti, ‘Wow, senang bisa pulang’, tetapi begitu banyak hal sudah terjadi dan saya belum mencernanya.”

“Biasanya saya memiliki sedikit pramusim, tetapi kali ini tidak ada.”

“Sisi fisik akan datang, tetapi Anda juga harus tajam secara mental dan itu tidak mudah.”

Padatnya kalender pertandingan menjadi salah satu kekhawatiran Haaland. Dia tetap menikmati kesempatan bermain sepanjang tahun, tetapi mengakui pemain membutuhkan waktu untuk benar-benar menjauh dari sepak bola.

“Kami perlu memiliki perasaan bersemangat untuk kembali, tetapi kami tidak memilikinya karena tidak ada waktu untuk benar-benar menjauh dari sepak bola karena ada begitu banyak pertandingan.”

“Saya tidak mengeluh karena tetap menjadi hal positif ketika Anda bisa bermain sepak bola sepanjang tahun dan hidup dari sepak bola.”

Meski demikian, Haaland tetap menunjukkan ketajamannya. Dia sudah mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan musim ini dan membantu Manchester City mempertahankan catatan sempurna.

Haaland juga kembali menjadi sorotan menjelang pertandingan pembuka Liga Champions melawan Porto. Kompetisi tersebut bukan arena baru bagi dia.

Tujuh tahun lalu, Haaland mencuri perhatian di panggung Eropa ketika mencetak hattrick pada babak pertama dalam debut Liga Champions bersama RB Salzburg saat menghadapi Genk.

Sejak saat itu, produktivitasnya di Liga Champions terus berlanjut. Haaland telah mencetak 57 gol dalam 58 penampilan dan menempati posisi kesembilan bersama legenda Bayern Munich, Thomas Muller, dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.

Haaland hanya terpaut dua gol dari Andriy Shevchenko, sementara Ruud van Nistelrooy unggul satu gol darinya. Lionel Messi menjadi pemain tercepat yang mencapai 60 gol Liga Champions setelah membutuhkan 80 pertandingan.

Artinya, Haaland hanya membutuhkan tiga gol dalam 21 pertandingan berikutnya untuk mencapai 60 gol Liga Champions dengan jumlah penampilan lebih sedikit dari Messi.

Namun, kondisi fisik dan mental Haaland tetap menjadi perhatian. Enzo Maresca berencana memantau kondisi Haaland serta pemain Manchester City lain yang juga tampil di Piala Dunia.

“Tidak mudah bagi Erling atau sebagian besar pemain yang bermain untuk klub dan tim nasional.”

“Mereka mulai kelelahan, jadi benar untuk memberi mereka istirahat.”

“Risikonya adalah bisa terjadi cedera dan kami membutuhkan pemain dalam kondisi 100 persen.”

Dengan jadwal kompetisi yang padat, Haaland harus menjaga keseimbangan antara tuntutan di lapangan dan pemulihan di luar lapangan. Untuk saat ini, membelah kayu dan menikmati api menjadi salah satu cara sang bomber menjaga pikirannya tetap tenang.

Topik Menarik