Gunung Anak Krakatau Erupsi, Sekolah Berlakukan Belajar Daring
JAKARTA, iNews.id — Penyebaran abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau memicu penyesuaian besar-besaran pada sektor pendidikan, ketenagakerjaan, hingga respons pemerintah di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Di bidang pendidikan, banyak sekolah mulai dari jenjang TK hingga SMA di wilayah Jawa Barat dan Banten secara resmi mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sistem daring.
Langkah ini diambil oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Bogor, Sukabumi, hingga Tangerang Selatan guna melindungi para siswa dan guru dari potensi paparan penyakit pernapasan akibat abu vulkanik yang pekat.
Meski sebagian besar daerah beralih ke sistem daring, beberapa sekolah seperti di Kota Bekasi masih menggelar sekolah tatap muka dengan protokol ketat.
Pihak sekolah membagikan masker secara gratis kepada seluruh siswa, mewajibkan penggunaannya baik di dalam maupun di luar kelas, serta meniadakan kegiatan luar ruang seperti upacara bendera dan olahraga.
Merespons perkembangan situasi darurat akibat erupsi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan opsi penerapan skema bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pemda diberikan kewenangan penuh untuk menyesuaikan skema WFH di daerah masing-masing apabila kondisi kesehatan dan keamanan masyarakat dianggap berisiko atau dalam keadaan darurat.
Di tingkat pusat, Presiden Prabowo Subianto mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak lengah. Pemerintah memastikan bahwa setiap langkah kebijakan darurat akan terus diambil demi memprioritaskan keselamatan seluruh warga negara.










