Prabowo Tak Mau Tunggu Bencana: Anggaran Mitigasi Dinaikkan, Sarana Harus Siap

Prabowo Tak Mau Tunggu Bencana: Anggaran Mitigasi Dinaikkan, Sarana Harus Siap

Terkini | inews | Senin, 7 September 2026 - 15:29
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mengubah paradigma penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari reaktif menjadi lebih preventif. Prabowo juga menegaskan pemerintah akan meningkatkan alokasi anggaran untuk mitigasi bencana secara signifikan.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan bencana alam bersama kepala daerah secara virtual, Senin (7/9/2026).

Prabowo menilai peningkatan anggaran mitigasi bencana penting dilakukan mengingat Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire. Kondisi geografis tersebut membuat Indonesia rentan terhadap berbagai jenis bencana alam.

Karena itu, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah memperkuat kesiapsiagaan dan memastikan berbagai sarana serta prasarana penanggulangan bencana tersedia sebelum bencana terjadi.

Prabowo menilai respons pemerintah terhadap karhutla selama ini sudah cukup masif. Namun, dia mengakui masih terdapat sejumlah lokasi yang mengalami keterlambatan dalam penanganan kebakaran.

“Tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif. Saya minta pemikiran kita dalam perencanaan kita gunakan prinsip ya, lebih baik lebih daripada kurang,” ujar Prabowo dalam arahannya.

Prabowo kemudian meminta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Menteri Keuangan (Menkeu), serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas segera berkoordinasi untuk menyiapkan pengadaan berbagai peralatan vital penanganan karhutla.

Dia menekankan pentingnya penguatan armada operasional, mulai dari helikopter, pompa air, hingga kendaraan pemadam kebakaran. Seluruh peralatan tersebut harus tersedia dalam jumlah memadai sebelum kebakaran terjadi.

“Lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian,” kata Prabowo.

Tak hanya peralatan berskala besar, Prabowo juga meminta kesiapsiagaan penanganan karhutla diperkuat hingga tingkat desa. Pemerintah diminta menyiapkan ekskavator berukuran kecil di desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Menurut Prabowo, seluruh langkah tersebut harus disusun dalam perencanaan besar yang terintegrasi. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya bertindak setelah bencana terjadi, tetapi sudah memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana sejak awal.

Prabowo kembali menekankan agar pemerintah tidak menerapkan pola perencanaan yang minim dalam menghadapi bencana. Menurutnya, persiapan yang berlebihan jauh lebih baik daripada kekurangan peralatan dan sumber daya ketika bencana benar-benar terjadi.

“Jadi kita bikin nanti suatu persiapan master plan yang menyeluruh dan yang masif,” ucap Prabowo.

Topik Menarik