Dampak Erupsi Anak Krakatau: Masker Diserbu Warga hingga Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Masker Diserbu Warga hingga Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Terkini | inews | Senin, 7 September 2026 - 14:49
share

JAKARTA, iNews.id — Penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kian meluas hingga menyelimuti wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Sejumlah warga di berbagai daerah mulai merasakan dampak langsung keberadaan partikel halus tersebut di lingkungan tempat tinggal mereka, yang sekaligus memicu lonjakan permintaan alat pelindung diri, seperti masker.

Di kawasan Kolong Tol Andara, Jakarta Selatan, lapak pedagang masker mendadak diserbu warga. Masyarakat berbondong-bondong membeli masker dalam jumlah banyak untuk persediaan beraktivitas di luar rumah setelah melihat lapisan debu vulkanik menempel di permukaan kendaraan dan fasilitas umum. Fenomena ini membuat omset para pedagang masker di lokasi tersebut melonjak hingga empat kali lipat dari hari biasa.

Kondisi serupa terjadi di pusat perdagangan alat kesehatan Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Warga mendatangi lokasi tersebut sejak pagi untuk berburu masker tipe KN95 lima lapis sesuai imbauan pemerintah.

Tingginya permintaan membuat stok masker tipe tersebut di sejumlah toko habis terjual. Partikel abu vulkanik yang dinilai sangat halus dan berisiko bagi saluran pernapasan mendorong masyarakat memborong masker meski harus beralih ke jenis lain akibat kelangkaan stok.

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau juga melumpuhkan sektor transportasi udara secara signifikan. Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama Bandara Halim Perdanakusuma dan enam bandara lainnya ditutup sementara hingga sore hari guna menjaga keselamatan penerbangan dari paparan abu vulkanik.

Tercatat sebanyak 2.300 penerbangan dibatalkan dengan total penumpang terdampak mencapai 263.000 orang. Untuk mengurai penumpukan calon penumpang yang memadati area terminal, Kementerian Perhubungan mendorong seluruh maskapai mengalihkan penerbangan ke beberapa bandara alternatif, seperti Bandara Kertajati, Ahmad Yani Semarang, Juanda Surabaya, Yogyakarta International Airport (YIA), dan Solo.

Pihak otoritas bandara bersama Kementerian Perhubungan dan InJourney turut menyiagakan moda transportasi gratis berupa armada bus dan kereta api untuk mengantar para penumpang menuju bandara alternatif.

Seluruh biaya akomodasi pengalihan tersebut ditanggung penuh oleh otoritas tanpa membebani pihak maskapai. Sementara itu, petugas bandara terus melakukan pembersihan landasan pacu (runway), taxiway, dan apron agar operasional dapat segera dibuka kembali saat kondisi ruang udara telah aman.

Topik Menarik