Pramono Ingin Jakarta Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Sebut Budaya Ngopi Makin Masif

Pramono Ingin Jakarta Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Sebut Budaya Ngopi Makin Masif

Terkini | inews | Sabtu, 5 September 2026 - 02:01
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi Jakarta berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai pusat utama ekosistem perkopian Indonesia. Potensi tersebut didukung kekayaan varietas kopi Nusantara serta pertumbuhan industri hilir yang semakin pesat di Jakarta.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Jakarta Pramono Anung saat membuka Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara serius dan sungguh-sungguh ingin mendorong bahwa Jakarta bisa menjadi simpul utama bagi ekosistem perkopian Indonesia," ujar Pramono, dalam keterangan Pemprov Jakarta.

Menurut Pramono, kekayaan dan keberagaman varietas kopi Nusantara berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sisi lain, perkembangan industri hilir kopi di Jakarta turut ditopang menjamurnya kedai kopi, kafe, restoran, serta perubahan pola konsumsi masyarakat. Saat ini, sektor tersebut telah mencakup hampir 193.000 pelaku usaha.

“Saat ini penikmat kopi, terutama generasi muda, telah membentuk budaya baru dengan konsep beli lekas bawa pulang di sela-sela aktivitas ruang publik maupun komunitas," lanjutnya.

Pramono menilai ekosistem usaha kopi di Jakarta memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang. Hal itu sejalan dengan stabilitas ekonomi Jakarta yang berkontribusi 16,32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan tingkat inflasi rendah sebesar 2,5 persen.

Dia juga menilai keberagaman varietas dan karakter kopi dari berbagai daerah menjadi modal penting bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional. Beberapa kopi Nusantara yang memiliki karakter khas antara lain kopi Gayo, Luwak, Toraja, Flores Bajawa, Kintamani dan Mandailing.

“Saya sempat mencicipi kopi dari Tanzania saat menerima delegasi mereka, di mana mereka hanya mengandalkan satu varietas, sangat berbeda dengan kekayaan rasa kopi lokal kita yang sangat beragam dan kaya karakter," ucapnya.

Pemprov Jakarta juga membuka peluang untuk memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan agenda industri kopi berskala internasional di Jakarta. Pramono bahkan mendorong Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) kembali membawa ajang World of Coffee ke Jakarta sebelum 2030.

“Jika SCAI dapat kembali menggelar ajang akbar World of Coffee di Jakarta sebelum tahun 2030, khususnya pada Mei 2029, Pemprov DKI siap memberikan dukungan penuh, termasuk asistensi kebijakan dan kemudahan lainnya," kata dia.

Topik Menarik