Kebakaran Apartemen di Tanah Abang Jakpus, 33 Penghuni Dievakuasi Termasuk 3 Bayi
JAKARTA, iNews.id - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengevakuasi 33 penghuni saat kebakaran melanda Apartemen Pavilion di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026). Hingga pukul 17.00 WIB, petugas masih menyisir seluruh lantai gedung untuk memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 11.23 WIB dan tiba di lokasi enam menit kemudian. Petugas langsung melakukan pemadaman pada pukul 11.30 WIB.
Menurut Bayu, api hanya muncul di area shaft dan tidak berkembang menjadi kebakaran besar. Namun, karakteristik shaft yang menyerupai cerobong membuat asap menyebar hingga ke lantai-lantai atas sehingga petugas harus mengevakuasi penghuni yang terjebak.
"Alhamdulillah kami bisa menyelamatkan jiwa sejumlah 33 orang, terdiri dari 31 warga negara Indonesia dan dua orang warga negara asing," kata Bayu di lokasi.
Dari keseluruhan penghuni yang dievakuasi, tiga di antaranya merupakan bayi. Ketiganya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan.
"Tadi ada beberapa anak-anak yang kami evacuate, itu ada jumlahnya tiga orang bayi. Ini kan butuh penanganan lebih lanjut," ucap dia.
Bayu memastikan seluruh penghuni yang dievakuasi dalam kondisi sadar.
"Tidak ada yang pingsan, tidak ada yang mengeluh. Untuk memastikan kesehatannya baik, dilakukan pengecekan lebih lanjut," ujarnya.
Bayu memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan keluarga di posko, seluruh penghuni yang berada di tower terdampak telah berhasil dievakuasi.
Meski demikian, petugas tetap menyisir lantai atas hingga bawah sebagai antisipasi untuk memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Gulkarmat mengerahkan 24 unit kendaraan dan 140 personel damkar. Petugas juga menurunkan tiga unit Bronto Skylift untuk membantu proses evakuasi penghuni dari lantai atas.
Prabowo Soroti Krisis Listrik di Kalimantan, Instruksikan ESDM dan PLN Atasi Pemadaman Listrik
Bayu menjelaskan proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri karena kapasitas keranjang Bronto terbatas sehingga pengangkutan harus dilakukan secara bertahap. Selain itu, sebagian penghuni mengalami ketakutan akibat kepulan asap yang memenuhi gedung.
"Keranjang kami kapasitasnya hanya untuk lima orang termasuk operator, jadi maksimal empat orang yang bisa diangkut dalam satu kali perjalanan. Memang proses evakuasi itu karena mungkin fobia dan turun dari lantai atas ke bawah juga butuh effort," katanya.
Terkait penyebab kebakaran, Bayu mengatakan dugaan sementara mengarah pada fenomena kelistrikan. Titik awal kebakaran diduga berada di area shaft atau jalur kabel yang berada di antara lantai empat dan lima.
Dia menjelaskan api tidak membesar dan hanya muncul di area shaft. Namun, karena jalur tersebut terhubung dari lantai bawah hingga atas seperti cerobong, asap menyebar ke sejumlah lantai sehingga diperlukan proses evakuasi secara menyeluruh.
"Kemungkinan besar terkait dengan fenomena kelistrikan. Tetapi saat ini masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.









