Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja Komisi VIII DPR Minta 3.000 Riyal saat Dinas ke Saudi
JAKARTA, iNews.id - Mantan Staf Khusus Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex mengungkap 24 anggota Panja Komisi VIII DPR disebut pernah meminta uang 3.000 riyal kepada dirinya saat perjalanan dinas ke Arab Saudi.
Hal ini disampaikan Gus Alex saat mendapat kesempatan bertanya kepada mantan Direktur Bina Haji Khusus Jaja Jaelani dalam persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji, Jumat (4/9/2026) dini hari.
"Saudara Saksi ingat bahwa 24 orang anggota Panja Komisi VIII (DPR) yang berangkat dinas luar negeri, perjalanan luar negeri ke Saudi itu sudah dibiayai oleh APBN. Dia dari DIPA DPR. Saudara tahu?" tanya Gus Alex.
"Iya, tahu," jawab Jaja.
Gus Alex kemudian menyebut 24 anggota Panja tersebut sempat meminta uang masing-masing 3.000 riyal. Namun, dia mengaku hanya mampu memberikan 1.500 riyal dari uang honornya.
"Saudara Saksi ingat bahwa saya sampaikan 24 orang tersebut masing-masing meminta uang pada awalnya 3.000 riyal per orang, kemudian saya hanya mampu menyiapkan dari uang honor saya per orang 1.500 riyal. Saya pernah ceritakan itu?" tanya Gus Alex.
"Iya, betul bercerita," jawab Jaja.
Dalam persidangan, Gus Alex juga menyinggung pertemuannya dengan tiga pimpinan Komisi VIII DPR. Pertemuan tersebut bermula dari pertemuannya dengan staf komisi bernama Yusuf di sebuah restoran.
Gus Alex kemudian menanyakan kepada Jaja apakah saksi mengingat cerita bahwa dirinya diminta menemui pimpinan Komisi VIII DPR dan Panja untuk membicarakan sejumlah permintaan.
"Saudara Saksi ingat bahwa saat pertemuan tersebut saya ceritakan kepada Saudara Saksi pimpinan Komisi VIII DPR dan pimpinan Panja meminta saya memungut uang dari penyedia catering?" tanya Gus Alex.
"Kalau yang itu saya enggak dengar, Pak," kata Jaja.
Gus Alex kemudian menanyakan apakah Jaja mengingat dirinya pernah diminta menyiapkan uang untuk membeli oleh-oleh.
"Saudara Saksi ingat bahwa saat pertemuan tersebut saya diminta menyiapkan sejumlah uang tertentu untuk belanja oleh-oleh?" tanya Gus Alex.
"Iya, betul," jawab Jaja.
Gus Alex lalu menyebut tiga nama pimpinan Komisi VIII DPR yang dimaksud dalam cerita tersebut.
"Saudara Saksi berikutnya, apakah benar yang saya ceritakan tiga orang yang ketemu saya itu pertama adalah Pak Marwan Dasopang, yang kedua Pak Abdul Wachid, yang ketiga Pak Ashabul Kahfi? Betul?" tanya Gus Alex.
"Betul," jawab Jaja.
Selain soal permintaan uang, Gus Alex juga mengungkit keberadaan Tim Pengawas (Timwas) DPR yang menempati Maktab 111 saat penyelenggaraan ibadah haji 2024.
Maktab 111 merupakan lokasi yang berada dekat dengan tempat lempar jumrah atau Jamarat. Gus Alex menanyakan kepada Jaja apakah Timwas DPR pernah meminta difasilitasi untuk tinggal di lokasi tersebut.
"Pak Jaja pernah enggak minta atau memperoleh permintaan dari Timwas DPR yang sebenarnya tidak punya hak tinggal di Maktab 111, kemudian seluruh Timwas minta untuk difasilitasi di Maktab 111 di tahun 2024?" tanya Gus Alex.
"Iya," jawab Jaja.
Jaja memperkirakan jumlah anggota Timwas yang menempati Maktab 111 mencapai sekitar 70 orang. Kondisi tersebut disebut menyebabkan kepadatan hingga beberapa jemaah harus dipindahkan.
"Berapa? 70 orang. Akibatnya apa, Pak?" tanya Gus Alex.
"Ya akhirnya kepadatan," jawab Jaja.
"Akibatnya jemaah yang di situ dipindah?" tanya Gus Alex.
"Iya," jawab Jaja.
Gus Alex kemudian kembali menanyakan apakah Jaja pernah menerima permintaan untuk menyiapkan kendaraan dan kebutuhan lainnya ketika ada kunjungan anggota Komisi VIII DPR ke Arab Saudi.
"Kemudian terjadi kepadatan. Itu Maktab 111. Pak Jaja sering enggak ada permintaan, 'Wah ini ada dari Komisi VIII (DPR) kunjungan ke Saudi, tolong disiapkan kendaraan segala macam', pernah enggak, Pak?" tanya Gus Alex.
"Iya, betul Pak," jawab Jaja.










