Prabowo Pidato di Forum EEF 2026 Vladivostok: Samudra Pasifik Hubungkan Indonesia-Rusia

Prabowo Pidato di Forum EEF 2026 Vladivostok: Samudra Pasifik Hubungkan Indonesia-Rusia

Terkini | inews | Kamis, 3 September 2026 - 14:44
share

VLADIVOSTOK, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menyebut Vladivostok sebagai gerbang Pasifik saat menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Prabowo mengatakan, posisi Vladivostok memiliki arti penting bagi Indonesia dan Rusia yang sama-sama berada di kawasan Pasifik. Menurutnya, Samudra Pasifik bukan menjadi pemisah kedua negara, melainkan penghubung.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyampaikan pidato di forum ini. Sebelumnya, ketika berbicara di St Petersburg International Economic Forum (SPIEF), saya menyebut SPIEF sebagai jantung yang berdenyut dari perekonomian dunia yang sedang berkembang menuju tatanan multipolar. Di sini, di Vladivostok, kita berdiri di gerbang Pasifik,” kata Prabowo.

Kepala Negara menambahkan, kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya sepanjang 2026. Dia juga menyebut telah lima kali bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak menjabat sebagai Presiden Indonesia.

“Saya menjadi Presiden Indonesia, sebuah negara dengan 290 juta penduduk, hampir dua tahun yang lalu. Namun, ini sudah menjadi kunjungan kedua saya ke Rusia tahun ini. Bahkan, ini merupakan kali kelima sejak saya menjadi Presiden Indonesia saya bertemu dengan Presiden Putin,” katanya.

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan alasan Indonesia ingin membangun jembatan yang lebih kuat dengan Timur Jauh Rusia dan Uni Ekonomi Eurasia.

Menurut Prabowo, Indonesia dan Timur Jauh Rusia sama-sama memiliki wilayah yang luas. Kedekatan kedua kawasan juga dapat dibangun melalui peningkatan konektivitas di kawasan Pasifik.

“Timur Jauh Rusia dan Indonesia sama-sama memiliki wilayah yang sangat luas. Dibutuhkan waktu berjam-jam untuk terbang dari satu ujung wilayah kami ke ujung lainnya. Kita tahu bahwa ibu kota terkadang terasa sangat jauh dari komunitas yang berada di wilayah perbatasan. Namun, Vladivostok juga terasa cukup dekat dengan rumah saya,” tuturnya.

Prabowo kemudian menyinggung kesamaan geografis Indonesia dan Rusia yang sama-sama memiliki wilayah yang menghadap Samudra Pasifik.

“Samudra besar yang sama, Samudra Pasifik, menyentuh pantai Rusia dan juga pantai Indonesia. Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Samudra Pasifik bukanlah tembok di antara kita. Samudra Pasifik harus menjadi jalan raya bagi kedua perekonomian kita,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Prabowo menyebut tema EEF ke-11, “Timur Jauh: Pembangunan untuk Kesejahteraan Rakyat,” sejalan dengan mandat yang diterimanya dari rakyat Indonesia.

Dia menegaskan pembangunan tidak boleh hanya dinikmati segelintir orang. Menurut Prabowo, keberhasilan pembangunan harus diukur dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

“Pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir orang. Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa,” kata Prabowo.

Dia kemudian memaparkan sejumlah kebijakan pemerintah Indonesia, termasuk program makanan bergizi gratis, swasembada pangan, ketahanan energi, serta percepatan hilirisasi industri.

“Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kami dan ibu mereka yang sedang hamil. Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi. Inilah alasan kami mempercepat hilirisasi industri, sehingga sumber daya alam kami dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja yang baik di dalam negeri,” ujarnya.

Topik Menarik