Jangan Tunggu Anak Dewasa, Kebiasaan Sehat Ini Harus Ditanamkan sejak Sekolah

Jangan Tunggu Anak Dewasa, Kebiasaan Sehat Ini Harus Ditanamkan sejak Sekolah

Gaya Hidup | inews | Rabu, 2 September 2026 - 12:30
share

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan hidup bersih dan sehat tidak seharusnya baru diperhatikan ketika anak mulai beranjak dewasa. Justru, masa sekolah menjadi periode penting untuk membentuk kebiasaan yang nantinya terbawa hingga kehidupan sehari-hari.

Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan diri, rutin melakukan aktivitas fisik, hingga terbiasa memperhatikan kondisi kesehatan merupakan hal sederhana yang perlu dikenalkan sejak dini.

Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Niken Wastu Palupi mengatakan, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia anak penting agar dapat dilakukan secara konsisten hingga dewasa.

Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ke anak-anak sekolah. (Foto: Istimewa)

"Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sangat penting agar dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari hingga anak-anak tumbuh dewasa," kata Niken dalam keterangan resminya, Selasa (1/9/2026).

Menurut dia, kebiasaan sehat tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan tubuh. Anak juga perlu dibiasakan berolahraga dan melakukan aktivitas fisik, mencuci tangan pakai sabun, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Kebiasaan tersebut menjadi semakin penting karena sekolah merupakan salah satu lingkungan utama tempat anak belajar dan berinteraksi setiap hari.

"Tidak hanya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, namun penting juga untuk berolahraga dan beraktivitas fisik, mencuci tangan pakai sabun, serta rutin melakukan cek kesehatan," ujarnya.

Niken menambahkan, Kemenkes bersama Puskesmas setempat juga berupaya memperkuat pelaksanaan TRIAS UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Penguatan tersebut diharapkan membuat sekolah tidak hanya menjadi tempat anak memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Kebiasaan Sehat Tak Berdiri Sendiri

Menariknya, edukasi kesehatan anak juga mulai diarahkan pada aspek yang lebih luas. Anak tidak hanya diajak memahami kebersihan diri, tetapi juga belajar menjaga lingkungan dan membangun hubungan yang baik dengan orang lain.

Salah satunya melalui pembiasaan memilah sampah kemasan bekas pakai. Anak didorong memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengetahui jenis sampah dan memilahnya.

Aspek sosial pun ikut menjadi perhatian. Edukasi di lingkungan sekolah dapat menjadi ruang untuk mengenalkan pentingnya hubungan yang sehat dengan teman sekaligus mendorong anak berani menghentikan praktik perundungan atau bullying.

Artinya, membentuk anak yang sehat tidak cukup hanya dengan mengajarkan kebersihan fisik. Kebiasaan menjaga lingkungan, aktif bergerak, memperhatikan kesehatan, serta menghargai orang lain juga menjadi bagian dari proses tersebut.

Hal itu sejalan dengan pandangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengenai pentingnya membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen RI Maulani Mega Hapsari mengatakan, anak-anak memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi masa depan Indonesia.

"Melalui program Anak KAO, anak-anak dapat diajarkan pembiasaan hidup bersih dan sehat yang menjadi landasan penting dalam mewujudkan generasi cerdas," kata Maulani.

Dia berharap praktik baik terkait pembiasaan hidup sehat di sekolah dapat terus diperluas dan diterapkan di lebih banyak satuan pendidikan.

Salah satu upaya yang saat ini dilakukan adalah program Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) – Sekolah Sehat 2026 yang tahun ini menjangkau lebih dari 11.000 siswa di 50 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

"Program yang telah berjalan selama satu dekade tersebut tidak hanya membawa materi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, tetapi juga mencakup manajemen menstruasi, kepedulian lingkungan, pemilahan sampah, serta pencegahan bullying," ungkap Shoichi Hasegawa, Presiden Direktur Kao Indonesia.

Dengan demikian, sekolah dapat menjadi tempat anak membangun kebiasaan baik secara langsung, bukan sekadar menerima pengetahuan secara teori. Sebab, kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang sejak kecil berpotensi menjadi bagian dari gaya hidup ketika anak tumbuh dewasa.

Topik Menarik