Jumlah Korban Tewas Banjir Nepal-China Nyaris 700 Orang, Baru 20 Jenazah Teridenfikasi
KATHMANDU, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di Nepal dan wilayah Tibet, China, terus bertambah. Bencana dahsyat itu telah merenggut hampir 700 orang hingga Minggu (30/8/2026) atau 4 hari pasca-kejadian.
Angka terbaru dari badan penanggulangan bencana Nepal dan otoritas China menyebutkan, jumlah korban tewas bertambah menjadi 691 orang dan lebih dari 3.000 lainnya hilang.
Badan penanggulangan bencana Nepal melaporkan 675 korban tewas dan 2.498 orang hilang. Sementara pihak berwenang China melaporkan 16 orang tewas dan 546 orang belum ditemukan.
Sementata itu hingga Sabtu (29/8/2026) malam, hanya 20 dari 669 jenazah yang ditemukan dalam bencana tersebut telah diidentifikasi oleh keluarga.
Pihak berwenang berupaya keras untuk mengamankan bukti serta mencari tempat alternatif untuk mengumpulkan jenazah karena kamar mayat rumah sakit telah penuh dan jenazah mulai membusuk.
Juru bicara kepolisian Nepal Abi Narayan Kafle mengatakan kepada Kathmandu Post, korban tewas terseret sangat jauh, terbawa, tertimpa, dan terbentur puing-puing pohon dan batu, hingga ditemukan. Kondisi tersebut membuat identifikasi jenazah menjadi sangat sulit.
“Dari 669 jenazah yang ditemukan, 211 ditemukan dalam kondisi termutilasi, sebagian atau terputus, sehingga identifikasi visual menjadi sangat sulit,” kata Kafle.
“Banyak jenazah terkubur di bawah lumpur dan air tebal selama 2 hingga 3 hari,” ujarnya, menambahkan.
Sementara itu Dewan Pariwisata Nepal mengungkap, 261 warga asing berhasil diselamatkan, sementara 320 lainnya masih hilang.










