Menlu Nepal Tepis Anggapan China Sembunyikan Potensi Banjir: Bencananya Begitu Tiba-Tiba!

Menlu Nepal Tepis Anggapan China Sembunyikan Potensi Banjir: Bencananya Begitu Tiba-Tiba!

Terkini | inews | Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:10
share

KATHMANDU, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Nepal Shisir Khanal menepis anggapan bahwa China sengaja menyembunyikan informasi mengenai potensi banjir bandang dahsyat yang menerjang Nepal pada Rabu (26/8/2026).

Menurut Khanal, sifat bencana yang berlangsung sangat tiba-tiba menunjukkan tidak ada pemerintah yang memiliki gambaran lengkap mengenai apa yang akan terjadi sebelumnya. China, kata dia, kemungkinan juga tidak memiliki informasi menyeluruh terkait ancaman tersebut.

"Dalam konteks khusus ini, tampaknya pihak China pun, mungkin tidak memiliki informasi lengkap. Kejadiannya berlangsung sangat tiba-tiba, warga mereka juga sangat terdampak, dan wilayah perbatasan di kedua sisi mengalami kerusakan parah," ujar Khanal.

Pernyataan tersebut muncul setelah media massa dan netizen Nepal meluapkan kemarahan kepada China. Mereka mempertanyakan mengapa tidak ada peringatan dini dari China sebelum banjir bandang yang menewaskan ratusan orang tersebut menerjang wilayah Nepal.

Hingga Sabtu (29/8/2026), lebih dari 600 orang dilaporkan tewas dan hampir 2.500 lainnya hilang akibat banjir dahsyat yang berdampak di dua negara.

Muara bencana tersebut berada di wilayah otonomi khusus Tibet, China, sebelum aliran banjir bergerak menuju Nepal. Wilayah Nepal menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling parah.

Pemerintah China sebelumnya telah membantah tuduhan bahwa mereka mengetahui potensi bencana tersebut tetapi tidak memberikan peringatan kepada Nepal. Beijing menyatakan runtuhnya gunung es di kawasan Pegunungan Himalaya yang kemudian memicu banjir dahsyat itu tidak diperkirakan sebelumnya.

"Kami tidak memperkirakan kejadian tersebut," demikian garis besar penjelasan pemerintah China.

Kedutaan Besar China di Kathmandu juga menegaskan bahwa Nepal dan China selama ini menjalin komunikasi terkait penanganan bencana yang berpotensi berdampak lintas batas.

"Nepal dan Tiongkok telah menjalin komunikasi yang erat terkait penanganan bencana lintas batas," bunyi pernyataan Kedutaan Besar China di Kathmandu, dikutip Minggu (30/8/2026).

Kedutaan China menyebut pemerintah kedua negara bahkan telah menggelar pertemuan antarlembaga pada Mei lalu. Pertemuan tersebut menghasilkan kemajuan dalam upaya membentuk mekanisme pertukaran informasi mengenai bencana lintas negara.

Meski demikian, sejumlah pejabat senior Nepal mengatakan kepada BBC bahwa komunikasi dengan China untuk memperoleh informasi mengenai potensi bencana belum selalu mudah. Pertemuan antarlembaga memang dilakukan dari waktu ke waktu, tetapi mekanisme pertukaran informasi yang lebih sistematis dinilai seharusnya sudah dibentuk sejak lama.

Hal tersebut dianggap semakin penting karena bencana di kawasan Himalaya yang berada di wilayah Nepal dan China semakin sering terjadi.

Setelah banjir bandang menerjang, komunikasi kedua negara justru meningkat secara signifikan. Nepal kini menerima pembaruan informasi secara rutin dari China, termasuk citra drone dan satelit mengenai kondisi di wilayah terdampak.

Khanal mengatakan hubungan kedua negara setelah bencana berlangsung sangat erat. Pemerintah Nepal dan China terus melakukan koordinasi serta berbagi data untuk menangani dampak bencana.

"Sejak bencana ini terjadi, kami menjalin koordinasi, kerja sama, dan komunikasi yang sangat erat dengan pihak berwenang China, dan mereka sangat terbuka dalam berbagi informasi serta data," ujar Khanal.

Ketika ditanya apakah kerja sama serupa telah dilakukan sebelum banjir bandang terjadi, Khanal kembali menekankan karakter bencana yang sangat mendadak.

Menurut dia, dalam kondisi seperti itu, sulit bagi pemerintah mana pun untuk memiliki pemahaman yang benar-benar utuh mengenai ancaman yang akan terjadi.

Dengan demikian, pemerintah Nepal sejauh ini tidak menyimpulkan bahwa China sengaja menyembunyikan informasi terkait potensi banjir. Pernyataan Khanal sekaligus meredakan tuduhan bahwa Beijing sebenarnya telah mengetahui bencana tersebut tetapi memilih tidak memberikan peringatan kepada Nepal.

Bencana itu sendiri memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi masyarakat di kawasan Himalaya, terutama di wilayah perbatasan Nepal-China yang memiliki kondisi geografis ekstrem dan rentan terhadap bencana alam.

Topik Menarik