Netanyahu Waswas Anaknya Jadi Target Pembunuhan Iran
TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Iran berusaha membunuh salah satu putranya. Dia tak memberi penjelasan lebih rinci soal tuduhan itu.
"Sesuatu yang luar biasa terjadi: Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran berusaha membunuh salah satu putra saya," kata Netanyahu, kepada stasiun televisi Israel, Channel 14, dikutip Selasa (25/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan saat diskusi membahas laporan badan intelijen dalam negeri Shin Bet menolak memberi layanan keamanan untuk Gadi Eisenkot, pesaing Netanyahu dalam pemilu pada 27 Oktober mendatang.
Netanyahu mengeklaim, sebagai perdana menteri, mendukung perlindungan untuk Eisenkot sepanjang waktu. Menurut dia, pengawalan untuk Eisenkot bukan kemewahan.
“Tanpa itu, (Iran) akan berhasil (membunuhnya),” katanya.
Netanyahu memiliki dua putra dan seorang putri. Namun belum siapa yang menjadi sasaran.
Putra sulungnya, Yair (35), menghabiskan waktu lama di Miami, Amerika Serikat, sejak awal 2024, dilaporkan pengawalan Shin Bet.
Masa tinggalnya di AS menimbulkan kontroversi di Israel mengenai biaya yang harus ditanggung pemerintah untuk memberikan keamanan. Beberapa warga Florida juga menyatakan kekhawatiran kehadirannya bisa mengubah daerah tersebut sebagai sasaran serangan musuh-musuh Israel.
Setelah pernyataan Netanyahu itu, jurnalis terkemuka Israel Amit Segal menulis di akun Telegram, upaya pembunuhan terhadap putranya sudah diketahui sejak beberapa bulan lalu, namun dilarang diungkap.










