Indonesia-Rusia Jajaki Kerja Sama Teknologi Drone hingga Robotika Bawah Air
IDXChannel - Pemerintah Rusia membuka peluang kerja sama teknologi industri dengan Indonesia melalui program pengembangan dan lokalisasi teknologi mutakhir.
Sektor yang dijajaki mencakup teknologi wahana tanpa awak (drone), robotika bawah air, sistem komunikasi mandiri untuk penanganan kondisi darurat, hingga instalasi pengolahan limbah yang relevan dengan kebutuhan manufaktur nasional.
Peluang strategis tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Senator Federasi Rusia Ilyas Umakhanov di Jakarta baru-baru ini. Pertemuan tersebut menandai komitmen kedua negara untuk mengembangkan kemitraan bilateral dari sekadar hubungan dagang konvensional menjadi kerja sama investasi, transfer teknologi, dan kolaborasi industri yang terintegrasi.
“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis dalam membangun industri yang lebih maju dan berdaya saing. Kami ingin hubungan kedua negara tidak berhenti pada perdagangan, tetapi berkembang menjadi kerja sama investasi, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas industri yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujar Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi dikutip Senin (24/8/2026).
Fokus pembahasan bilateral diarahkan pada adopsi teknologi terapan dan peningkatan kapabilitas industri yang disesuaikan dengan prioritas pembangunan Indonesia.
Sejumlah sektor utama yang masuk dalam radar kerja sama meliputi perangkat telekomunikasi, industri agrokimia, otomatisasi manufaktur, teknologi daur ulang limbah, serta berbagai rekayasa teknologi lainnya melalui skema kemitraan antarpelaku usaha kedua negara.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy menambahkan, penjajakan kerja sama tersebut harus bermuara pada penciptaan nilai tambah bagi perekonomian domestik.
“Kerja sama Indonesia dan Rusia perlu diarahkan pada hal-hal yang menghasilkan manfaat nyata bagi industri, baik melalui investasi, alih teknologi, maupun kemitraan yang menghubungkan perusahaan kedua negara,” ujar Tri.
Tri menambahkan, hubungan diplomatik yang terjalin antara Jakarta dan Moskow perlu diwujudkan dalam kerja sama ekonomi yang konkret, salah satunya melalui kajian terhadap teknologi unggulan yang siap dilokalisasikan di dalam negeri.
Anggota Dewan Federasi Rusia, Senator Ilyas Umakhanov menyambut positif potensi kolaborasi tersebut dan memaparkan kesiapan teknologi Rusia untuk diselaraskan dengan kebutuhan Indonesia.
Ilyas mengatakan Rusia memiliki berbagai teknologi yang berpotensi dikembangkan bersama Indonesia, antara lain drone untuk kebutuhan sipil, robotika bawah air yang sesuai dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, sistem komunikasi mandiri untuk kondisi darurat, serta teknologi pengolahan limbah yang dapat menghasilkan sumber daya bermanfaat bagi sektor pertanian dan peternakan.
“Kami berharap teknologi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dan lokalisasi bersama di Indonesia,” kata Ilyas.
Pemprov DKI Pastikan Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Tetap Belajar meski Sekolah Roboh
Kemenperin akan menindaklanjuti tawaran tersebut melalui proses verifikasi dan pemetaan teknis untuk memastikan kompatibilitas teknologi yang ditawarkan dengan kebutuhan rantai pasok industri nasional. Di satu sisi, lokalisasi teknologi Rusia berpotensi memperkuat fondasi industri nasional sekaligus mendorong arus investasi baru. Di sisi lain, korporasi Indonesia berpeluang memperluas penetrasi pasar ke Rusia dan kawasan ekonomi Eurasia.
(Rahmat Fiansyah)









