Menkes Budi Resmi Masuk Calon Dirjen WHO 2027, Ini 3 Pesaingnya!

Menkes Budi Resmi Masuk Calon Dirjen WHO 2027, Ini 3 Pesaingnya!

Terkini | inews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:04
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk periode 2027-2032. 

Nama Budi tercatat dalam laman resmi WHO sebagai salah satu prospective candidates yang diusulkan negara anggota. Total, ada empat nama yang masuk dalam bursa calon dirjen WHO hingga saat ini, siapa saja mereka?

Empat Nama Calon Dirjen WHO 2027 

Berdasarkan laman resmi WHO yang diperbarui pada 22 Agustus 2026, terdapat empat nama yang saat ini tercatat sebagai calon prospektif untuk posisi pimpinan tertinggi WHO. Budi menjadi kandidat yang diusulkan oleh Pemerintah Indonesia.

Tiga nama lainnya berasal dari Qatar, Arab Saudi, dan Belgia, yakni Dr Hanan Mohammed Al-Kuwari, Dr Hanan Balkhy, serta Dr Hans Henri P. Kluge. 

Empat calon Dirjen WHO 2027, salah satunya Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: WHO)

Berikut empat nama yang saat ini tercantum dalam daftar calon prospektif WHO:

1. Budi Gunadi Sadikin - Indonesia

Budi Gunadi Sadikin merupakan Menteri Kesehatan Indonesia yang telah menjabat sejak Desember 2020. Namanya menjadi perhatian karena memiliki latar belakang yang berbeda dari banyak figur yang selama ini memimpin organisasi kesehatan global.

Budi bukan dokter. Ia memiliki latar belakang pendidikan fisika nuklir dan menghabiskan sebagian besar kariernya di sektor teknologi, perbankan, dan korporasi sebelum masuk ke pemerintahan.

Sebelum menjabat sebagai Menteri Kesehatan, Budi pernah menjadi Direktur Utama Bank Mandiri. Ia kemudian dipercaya memimpin PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Di sektor kesehatan, Budi memimpin Kementerian Kesehatan Indonesia selama periode pandemi Covid-19 dan terlibat dalam berbagai agenda kesehatan global.

Pencalonannya juga mendapat sorotan karena pengalaman Budi di bidang keuangan dan tata kelola. Salah satu pengalaman internasional yang kerap dikaitkan dengan kiprahnya adalah keterlibatan Indonesia dalam pembentukan Pandemic Fund yang diluncurkan pada 2022.

Health Policy Watch menyebut pencalonan Budi sebagai sesuatu yang tidak lazim bagi organisasi yang secara historis banyak dipimpin figur berlatar belakang medis atau kesehatan masyarakat. Namun, pengalaman finansial dan korporasinya dinilai dapat menjadi perspektif berbeda di tengah persoalan pendanaan yang dihadapi WHO.

2. Hanan Mohammed Al-Kuwari - Qatar

Pesaing Budi berikutnya adalah Dr Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan oleh Qatar.

Hanan Al-Kuwari dikenal sebagai salah satu figur penting dalam sektor kesehatan Qatar. Namanya juga telah tercantum dalam daftar calon prospektif yang dipublikasikan WHO.

Dengan pengalaman panjang dalam manajemen dan sistem kesehatan, Hanan menjadi salah satu kandidat yang memiliki latar belakang kuat di bidang layanan kesehatan.

WHO mencatat Hanan sebagai calon prospektif yang secara resmi diusulkan oleh Pemerintah Qatar.

3. Hanan Balkhy - Arab Saudi

Nama berikutnya adalah Dr Hanan Balkhy yang diusulkan oleh Arab Saudi.

Hanan Balkhy merupakan figur yang telah lama berkecimpung dalam isu kesehatan global. Ia juga memiliki pengalaman di lingkungan WHO.

Namanya tercatat sebagai salah satu calon prospektif untuk posisi Direktur Jenderal WHO dan menjadi kandidat yang diusulkan Arab Saudi.

4. Hans Henri P. Kluge - Belgia

Kandidat keempat adalah Dr Hans Henri P. Kluge dari Belgia.

Kluge bukan nama asing di lingkungan WHO. Ia merupakan pejabat senior WHO yang selama ini berkiprah dalam isu kesehatan regional dan global.

Belgia mengusulkan Kluge untuk ikut dalam pemilihan Direktur Jenderal WHO berikutnya. Namanya tercantum bersama Budi, Hanan Al-Kuwari, dan Hanan Balkhy dalam daftar calon prospektif WHO. 

Meski nama Budi sudah tercantum dalam laman WHO, status tersebut perlu dipahami secara tepat.

WHO saat ini masih menggunakan istilah 'prospective candidates' atau calon prospektif. Artinya, Budi belum otomatis menjadi salah satu dari kandidat final yang nantinya dipilih sebagai Direktur Jenderal.

Laman resmi WHO menjelaskan bahwa calon prospektif dapat dicantumkan terlebih dahulu sebelum publikasi resmi kandidat beserta proposal pencalonannya. Setelah proses resmi tersebut berlangsung, status pencalonan masing-masing kandidat akan diperbarui.

Proses pencalonan juga masih berlangsung. Negara anggota WHO masih memiliki kesempatan mengajukan kandidat hingga 24 September 2026. Dengan demikian, daftar yang saat ini berisi empat nama masih dapat bertambah.

Setelah seluruh proses pencalonan selesai, Dewan Eksekutif WHO akan menjalankan tahapan seleksi dan mengajukan maksimal tiga nama kepada World Health Assembly.

Pemilihan Direktur Jenderal WHO berikutnya dijadwalkan berlangsung dalam World Health Assembly ke-80 pada Mei 2027.

Kandidat yang terpilih nantinya akan menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang menyelesaikan masa jabatan keduanya pada Agustus 2027. Direktur Jenderal WHO yang baru dijadwalkan mulai menjalankan tugas pada 16 Agustus 2027.

Jika nantinya lolos seluruh tahapan dan terpilih dalam pemungutan suara World Health Assembly, Budi akan menjadi orang Indonesia pertama yang menduduki posisi Direktur Jenderal WHO.

Pencalonan tersebut sekaligus menjadi langkah besar bagi Indonesia dalam diplomasi kesehatan global. Budi sendiri selama menjadi Menteri Kesehatan cukup aktif membawa isu kesehatan Indonesia ke forum internasional.

Namun, perjalanan menuju kursi Direktur Jenderal WHO masih panjang. Selain harus melewati proses seleksi, Budi juga harus bersaing dengan kandidat dari negara lain serta kandidat tambahan yang kemungkinan masih muncul sebelum batas akhir pencalonan.

Topik Menarik