Jorge Martin Gelisah meski di Puncak MotoGP 2026, Kenapa?

Jorge Martin Gelisah meski di Puncak MotoGP 2026, Kenapa?

Olahraga | inews | Senin, 24 Agustus 2026 - 06:00
share

BARCELONA, iNews.id - Jorge Martin justru melihat persaingan menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin ketat setelah 12 seri berlalu. Dia memang unggul 31 poin atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi, tetapi masih ada Ai Ogura yang mengintai dari posisi ketiga dengan 203 poin.

Martin mengoleksi 240 poin setelah menjalani 12 seri MotoGP 2026. Bezzecchi berada di posisi kedua dengan 209 poin, sedangkan Ogura menempati urutan ketiga dengan 203 poin. Situasi tersebut membuat perebutan gelar masih terbuka lebar.

Bukan hanya Bezzecchi dan Ogura yang menjadi ancaman. Marc Marquez juga berada dalam persaingan papan atas dengan 200 poin, disusul Fabio Di Giannantonio yang mengumpulkan 199 poin. Artinya, lima pembalap teratas masih memiliki peluang untuk terus mengubah peta persaingan dalam seri-seri berikutnya.

Martin mengaku senang bisa berada di posisi terdepan klasemen. Namun, pembalap berusia 28 tahun itu tidak ingin terlalu lama menikmati keunggulan tersebut karena kompetisi MotoGP 2026 masih menyisakan banyak balapan.

"Saya tidak menyangka. Itulah mengapa saya mengatakan ini gila bahwa kami berada di posisi terdepan," kata Jorge Martin dilansir dari Motosan, Minggu (23/8/2026).

Martin Tak Mau Terbuai di Puncak

Martin menyadari posisi pertama belum menjadi jaminan untuk meraih gelar juara dunia. Menurut dia, persaingan kini semakin ketat karena para rival mulai menunjukkan performa terbaik mereka.

"Akan tetapi, bukan berarti kami tidak pantas mendapatkannya; kami pantas. Saya pikir yang lain belum dalam kondisi 100 persen , dan sekarang hampir semua orang berada di level itu," tambahnya.

Performa Martin di seri terakhir turut membantu memperlebar keunggulannya. Pada MotoGP Inggris di Silverstone, dia finis di posisi kedua di belakang Raul Fernandez. Hasil tersebut membuat Martin tetap kokoh di puncak klasemen, sementara Ogura gagal finis setelah mengalami kecelakaan.

Martin juga berhasil menunjukkan kecepatan kuat di Silverstone. Dia memenangkan sprint MotoGP Inggris setelah mengawali balapan dari pole position, sedangkan Bezzecchi finis ketiga dan Ogura berada di posisi kedua. Hasil sprint tersebut ikut memperkuat posisi Martin dalam perburuan gelar.

Meski demikian, Martin tidak ingin menjadikan keunggulan 31 poin sebagai alasan untuk mengendur. Dia menegaskan masih memiliki banyak aspek yang perlu dibenahi dari satu seri ke seri berikutnya demi mempertahankan peluang menjadi juara dunia.

"Masih banyak ruang untuk perbaikan. Kami harus lebih banyak meningkatkan diri jika ingin berjuang memperebutkan kejuaraan ini hingga akhir," ujarnya.

Setelah seri Inggris, perhatian MotoGP 2026 langsung beralih ke Spanyol. Seri berikutnya akan berlangsung di MotorLand Aragon pada 28-30 Agustus 2026. Balapan tersebut menjadi kesempatan bagi Martin untuk mempertahankan keunggulan sekaligus menguji konsistensinya di tengah tekanan para rival.

Dengan 240 poin di tangan, Martin memang memiliki posisi terbaik di klasemen. Namun, jarak 31 poin dari Bezzecchi dan 37 poin dari Ogura menunjukkan perebutan gelar MotoGP 2026 masih sangat terbuka. Martin pun memilih terus berbenah daripada terlena di puncak klasemen.

Topik Menarik