Liverpool Gagal Menang di Markas Newcastle, Iraola Kirim Komentar Pedas
NEWCASTLE, iNews.id - Andoni Iraola menilai Liverpool mendapat kepuasan lebih besar setelah mencetak gol pada menit akhir saat bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United di Stadion St. James' Park, Minggu (23/8/2026) malam WIB.
Liverpool memang berhasil membawa pulang satu poin dari laga perdana Liga Inggris 2026-2027. Namun, bagi Iraola, hasil tersebut tidak lepas dari momen dramatis pada penghujung pertandingan ketika Dominik Szoboszlai mencetak gol lewat penalti pada menit 90+9.
Liverpool sempat tertinggal setelah Anthony Elanga membawa Newcastle unggul cepat pada menit kelima. The Reds kemudian menyamakan kedudukan melalui Cody Gakpo pada menit ke-55 sebelum Joe Willock kembali membuat tuan rumah unggul 2-1 pada menit ke-57.
Tekanan Liverpool terus berlanjut sampai pertandingan memasuki masa tambahan waktu. Penalti yang dieksekusi Szoboszlai akhirnya mengubah skor menjadi 2-2 sekaligus memastikan Liverpool terhindar dari kekalahan.
"Saya rasa karena Anda mencetak gol di akhir pertandingan, Anda mungkin merasakan kepuasan yang lebih baik. Sebelum pertandingan, kami mungkin tidak akan menerima hasil ini," kata Iraola dikutip dari situs resmi klub.
Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, Liverpool menunjukkan mentalitas kuat karena tidak berhenti menekan Newcastle meski pertandingan hampir berakhir. Dia menilai perjuangan tersebut menjadi alasan Liverpool layak mendapatkan satu poin.
"Tapi memang benar bahwa saya pikir ini adalah sebuah penghargaan karena saya pikir kami tidak pernah menyerah, saya pikir kami telah memberikan banyak tekanan kepada Newcastle dan kami harus menunggu hingga akhir," jelasnya.
Meski mengapresiasi perjuangan Liverpool, Iraola tetap menyimpan penyesalan. Dia merasa timnya seharusnya mampu mencetak gol lebih cepat sehingga pertandingan bisa berjalan dengan situasi berbeda.
"Tapi saya pikir kami telah melakukan lebih dari cukup untuk mencetak gol itu. Dan saya pikir jika kami bisa mencetak gol sedikit lebih awal, mungkin jalannya pertandingan akan berpihak kepada kami," sambungnya.
Iraola Soroti Ketajaman Liverpool
Iraola secara khusus menyoroti efektivitas Liverpool pada babak pertama. Menurut dia, banyak peluang sudah tercipta di sekitar kotak penalti Newcastle, tetapi tidak diselesaikan dengan baik.
"Saya rasa di babak pertama kami tidak menyelesaikan peluang kami memiliki banyak bola di tepi kotak penalti, di dalam kotak penalti, di mana kami tidak menyelesaikan permainan, kami tidak menembak," jelasnya.
Kondisi tersebut membuat Liverpool harus membayar mahal. Newcastle mampu memanfaatkan momentum dan mencetak gol pembuka melalui Elanga.
"Sebenarnya, mereka menghukum kami pada gol pertama karena kami tidak menyelesaikannya dan itu adalah peluang yang jelas."
Perubahan terlihat pada babak kedua. Liverpool tampil lebih agresif setelah turun minum dan Gakpo berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-55. Setelah Willock membuat Newcastle kembali unggul, tekanan Liverpool justru semakin meningkat.
"Saya rasa di babak kedua kami lebih menentukan. Gol dari Cody, memberikan lebih banyak tekanan, menciptakan lebih banyak bola mati, lebih banyak umpan silang, lebih banyak peluang di dalam kotak penalti."
Pada akhirnya, Liverpool mendapatkan satu poin melalui penalti Szoboszlai di menit 90+9. Iraola menganggap hasil tersebut sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras timnya, meski jumlah poin yang didapat tidak besar.
"Saya rasa ini adalah penghargaan. Memang tidak banyak, hanya satu poin, tetapi setidaknya ini adalah sesuatu yang pantas kami dapatkan," tutupnya.
Hasil imbang tersebut membuat Liverpool dan Newcastle sama-sama mengoleksi satu poin. Kedua tim untuk sementara berada di peringkat kesembilan klasemen Liga Inggris 2026-2027.










