Tak Terkalahkan, UNJ Juara Regional Jakarta Liga Universitas 2026

Tak Terkalahkan, UNJ Juara Regional Jakarta Liga Universitas 2026

Olahraga | inews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:21
share

JAKARTA, iNews.id - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) keluar sebagai juara Regional Jakarta Liga Universitas Coca Cola 2026 setelah menuntaskan kompetisi tanpa kekalahan. Gelar tersebut diraih UNJ setelah mengalahkan Universitas Pakuan (Unpak) pada final Regional Jakarta di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).

Kemenangan atas Unpak sekaligus menutup perjalanan UNJ di Liga Universitas 2026 dengan catatan impresif. UNJ bertengger di puncak klasemen dengan torehan 38 poin dari 14 pertandingan dan menjadi tim yang mampu mempertahankan rekor tidak terkalahkan hingga kompetisi berakhir.

Liga Universitas 2026 sendiri berlangsung lebih dari empat bulan, mulai 18 April hingga 23 Agustus 2026. Kompetisi tersebut mempertemukan 15 tim universitas dari Jakarta dan Bandung dalam total 98 pertandingan yang terbagi ke dalam dua regional.

Sementara itu, gelar juara Regional Bandung lebih dulu diamankan STKIP Pasundan. Tim tersebut mengoleksi 36 poin dari 12 pertandingan dan menjadi kampiun di regionalnya.

Persaingan di Liga Universitas 2026 tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi di lapangan. Turnamen ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kerja sama tim, ketangguhan, karakter, jejaring antarmahasiswa, serta nilai sportivitas di lingkungan perguruan tinggi.

Foto: Tim Media Unileague

Menembus Panggung Internasional

Dampak kompetisi juga menjangkau level internasional. Dua peserta Liga Universitas 2026, yakni Elang Cikal Brajananta dari STKIP Pasundan dan M. Elyas Aryo Saputro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mendapat kesempatan mewakili Indonesia dalam program “One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health & Well-being”.

Program tersebut digelar di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHQ), New York, pada 17 Juli 2026. Keterlibatan dua peserta menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas manfaat sepak bola hingga ke isu pengembangan generasi muda.

“Liga Universitas Coca-Cola menunjukkan bagaimana sepak bola dan pendidikan dapat berjalan beriringan dalam mendukung perkembangan generasi muda, lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengembangkan kepemimpinan, disiplin, kerja sama tim, dan kepercayaan diri, seiring dengan perjalanan akademik mereka,” ujar Ratu Tisha Destria, Wakil Ketua Umum PSSI dan Pendiri Yayasan Grha Gemah Nusa.

Ratu Tisha juga menyoroti kebutuhan kolaborasi lintas sektor agar pengembangan generasi muda melalui olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Program seperti ini membutuhkan kemitraan yang kuat antara ekosistem olahraga, institusi pendidikan, sektor swasta, dan pemerintah agar semakin banyak generasi muda Indonesia memiliki kesempatan untuk terus berkembang,” tambahnya.

Presiden Direktur Coca-Cola Indonesia Eva Lusiana turut menilai Liga Universitas sebagai wadah penting untuk membuka ruang pengembangan mahasiswa melalui sepak bola.

“Kami senang dapat mendukung sebuah wadah yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkompetisi, belajar, dan berkembang bersama. Melalui kolaborasi bersama para mitra, kami berharap Liga Universitas dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pengembangan talenta muda sepak bola sekaligus komunitas mahasiswa di Indonesia,” ujar Eva.

Komitmen Coca-Cola Indonesia berlanjut melalui Student Ambassador Program. Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa peserta Liga Universitas untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, tata kelola event, dan kolaborasi komunitas.

Para mahasiswa juga didorong menjadi penggerak jaringan distribusi produk serta aktivitas kampus yang terukur. Langkah tersebut diarahkan agar keterlibatan mahasiswa dalam program dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

UNJ Tutup Musim Tanpa Kekalahan

Bagi UNJ, gelar Regional Jakarta menjadi puncak perjalanan panjang di tengah jadwal kompetisi yang padat. Di bawah arahan Pelatih Theophanic Isfahani Mustafa, skuad UNJ harus membagi fokus dengan sejumlah agenda pertandingan resmi lain, termasuk Liga 4 dan Elite Pro Academy Liga 2 U-19.

Situasi tersebut membuat perjalanan UNJ tidak mudah. Sejumlah pemain mengalami cedera dan tim juga menghadapi tantangan dalam melakukan rotasi skuad sepanjang turnamen.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat UNJ kehilangan konsistensi. Mereka mampu mempertahankan rekor tak terkalahkan sampai pertandingan terakhir dan mengakhiri kompetisi sebagai pemuncak klasemen Regional Jakarta dengan 38 poin dari 14 laga.

“Kami bersyukur dapat menyelesaikan turnamen ini tanpa kekalahan. Kemenangan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak di Universitas Negeri Jakarta, mulai dari tim pelatih, komunitas universitas, para pendukung, dan tentunya para pemain yang terus menunjukkan komitmen sepanjang musim. Kami juga mengapresiasi Liga Universitas yang telah menyediakan wadah kompetisi yang sangat baik bagi sepak bola universitas di Indonesia,” kata Theophanic.

Pemain UNJ Afkar Rosyid Ruliyanto menilai perjalanan di turnamen tersebut memberikan pengalaman lebih luas bagi para pemain. Kompetisi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi sekaligus memperoleh pembelajaran dari tim lain.

“Kompetisi ini memberikan kami kesempatan untuk bertemu dengan mahasiswa lain, belajar dari berbagai tim, dan berkembang bersama melalui sepak bola. Saya berharap ke depannya semakin banyak mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia yang dapat memperoleh kesempatan seperti yang diberikan Liga Universitas,” ucap Afkar.

Berakhirnya kompetisi Regional Jakarta dan Regional Bandung menandai selesainya Liga Universitas 2026. Turnamen tersebut mempertemukan mahasiswa, perguruan tinggi, institusi sepak bola, dan berbagai organisasi mitra dalam satu wadah yang menggabungkan olahraga, pendidikan, serta pengembangan generasi muda.

Topik Menarik