2.774 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, BNPB: 38.310 Hektare Lahan Terindikasi Terbakar
JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 2.774 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Barat (Kalbar) berdasarkan pemantauan satelit. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai 38.310 hektare (ha).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan kenaikan hotspot belum dapat disimpulkan sebagai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tanpa verifikasi melalui pengecekan di lapangan.
“Luas indikatif lahan terbakar di Provinsi Kalimantan Barat per 19 Agustus tercatat 38.310 hektare,” ucap Berton, Minggu (23/8/2026).
Di mengatakan, hasil pemantauan hotspot di Kalbar selama. 24 jam berdasarkan satelit NASA, NOAA-20, NASA SNPP, dan TERRA AQUA mendeteksi 273 hotspot dengan kepercayaan tinggi, dan 2.420 kepercayaan menengah, dan 81 hotspot kepercayaan rendah.
Meski terjadi peningkatan jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dibandingkan hari sebelumnya, BNPB menekankan data citra satelit masih membutuhkan konfirmasi langsung.
“Hasil citra satelit terjadi kenaikan jumlah hotspot dengan kepercayaan tingkat tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Namun data hotspot perlu dikonfirmasi dari hasil peninjauan lapangan dan pemantauan patroli udara,” ucap dia.
BNPB juga menyampaikan operasi modifikasi cuaca (OMC) telah dilaksanakan pada 22-23 Agustus 2026. Operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan adanya potensi awan hujan.
“BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas hujan ringan di sebagian Kalimantan Barat pada tanggal 23 sampai 29 Agustus 2026. Namun, potensi kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai pada periode 23 sampai 29 Agustus 2026,” ujar Berton.










