Bapanas Gelontorkan Ribuan Ton Beras untuk Korban Gempa NTT, Nagekeo Dapat Jatah Terbesar

Bapanas Gelontorkan Ribuan Ton Beras untuk Korban Gempa NTT, Nagekeo Dapat Jatah Terbesar

Terkini | inews | Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:30
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menggelontorkan 6,8 ribu ton beras untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berasal dari gabungan program bantuan bencana dan bantuan pangan beras reguler.

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp1,2 triliun untuk penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam penanggulangan bencana alam sepanjang 2026.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp17,5 triliun untuk program bantuan pangan beras tahap kedua periode Juli, Agustus, dan September 2026.

"Jadi sudah ada anggarannya di 2026. Khusus untuk bantuan bencana alam NTT itu yang terdampak 5 kabupaten. Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sika, dan Nagekeo. Kemudian jumlah semuanya itu ada 6,8 ribu ton. Kalau dikalikan Rp14.000 per kilogram, ketemu sekitar Rp95,2 miliar," kata Edhy dalam keterangannya dikutip, Minggu (23/8/2026).

Lebih lanjut, dia menyebut per 19 Agustus 2026, Bapanas telah menetapkan total bantuan beras untuk lima kabupaten di NTT sebesar 6,8 ribu ton. 

Dari jumlah itu, sebanyak 990,3 ton merupakan bantuan khusus bencana, sedangkan 5,81 ribu ton berasal dari program bantuan pangan beras reguler.

Secara rinci, Kabupaten Manggarai mendapat alokasi 81,63 ton bantuan bencana dan 1,79 ribu ton bantuan pangan reguler. Manggarai Timur memperoleh 153,78 ton bantuan bencana dan 1,66 ribu ton bantuan pangan reguler.

Kemudian, Kabupaten Ngada memperoleh 86,88 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler. Kabupaten Sikka mendapat 6,88 ton bantuan bencana dan 1,28 ribu ton bantuan pangan reguler.

Sementara itu, Kabupaten Nagekeo memperoleh alokasi terbesar untuk bantuan bencana, yakni 661,18 ton, ditambah 625,14 ton bantuan pangan reguler.

Terpisah, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan proses penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana dilakukan secara cepat dan taktis sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana, khususnya beras, dipastikan aman. Bahkan, pemerintah memastikan ketersediaan beras di wilayah terdampak mencukupi hingga satu tahun ke depan apabila diperlukan.

"Karena masalah beras yang paling penting. Perintah Bapak Presiden agar bergerak cepat, menyelesaikan masalah. Dan alhamdulillah, kami sudah cek langsung. Kami sudah hitung kekuatan kita di sini sampai 1 tahun aman bahkan lebih. Jadi InsyaAllah aman," kata Amran.

Topik Menarik