Prabowo Respons Cepat Penanganan Karhutla Kalteng, Langsung Telepon Minta Tambahan Alat

Prabowo Respons Cepat Penanganan Karhutla Kalteng, Langsung Telepon Minta Tambahan Alat

Terkini | inews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:33
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto langsung mengambil langkah setelah mendengar kebutuhan tambahan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Dia bahkan melakukan komunikasi melalui sambungan telepon untuk memastikan dukungan peralatan bagi petugas di lapangan di tengah rapat koordinasi di Palangka Raya.

Momen tersebut terjadi saat Prabowo memimpin rapat bersama jajaran terkait di Posko Aju Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kalteng di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026).

Dalam rapat, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng Ahmad Toyib menyampaikan kebutuhan tambahan armada untuk memperkuat pemadaman karhutla. Prabowo terlebih dahulu menanyakan kondisi dukungan helikopter water bombing yang saat ini telah beroperasi di Kalteng.

"Mohon izin penambahan kalau bisa 2 sampai 3 unit lagi Bapak Presiden," ujar Ahmad Toyib.

Tak hanya helikopter, Prabowo juga menanyakan kebutuhan pompa air untuk mendukung pemadaman dari darat. Toyib menyebut Kalteng masih membutuhkan tambahan pompa dalam jumlah cukup besar.

"Kita masih membutuhkan tambahan pompa sekitar 100 sampai 200 unit," kata Ahmad Toyib.

Mendengar kebutuhan tersebut, Prabowo langsung mengambil langkah untuk menindaklanjutinya. Kepala Negara melakukan komunikasi melalui sambungan telepon di tengah rapat guna memastikan dukungan tambahan dapat segera diberikan.

Langkah tersebut menunjukkan Prabowo ingin kebutuhan petugas di lapangan tidak berhenti sebatas laporan dalam rapat, tetapi segera ditindaklanjuti untuk mempercepat pengendalian karhutla.

Sebelumnya, Ahmad Toyib melaporkan sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 terdapat 19.992 titik panas atau hotspot di wilayah Kalteng. Pada periode yang sama, tercatat 1.639 kejadian karhutla dengan luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare.

"Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah," ujar Ahmad Toyib.

Berdasarkan analisis satelit Kementerian Kehutanan (Kemenhut), luas karhutla di Kalteng mencapai 7.634,46 hektare. Angka tersebut menempatkan Kalteng di urutan kesembilan secara nasional.

Sebanyak 13 kabupaten/kota di Kalteng juga telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.

Untuk menangani kondisi tersebut, Satgas Karhutla Kalteng telah melibatkan sekitar 10.700 personel. Mereka berasal dari BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga unsur masyarakat lainnya.

Dalam rapat, Prabowo juga menerima laporan mengenai dukungan helikopter water bombing. Saat ini, empat unit helikopter telah beroperasi di Kalteng, namun pemerintah daerah masih membutuhkan tambahan armada agar pemadaman dapat dilakukan lebih optimal.

Selain membahas penanganan Kalteng, Prabowo turut terhubung melalui konferensi video dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kepala Negara menerima laporan langsung dari Gubernur Kalimantan Selatan dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengenai perkembangan karhutla serta langkah penanganannya.

Prabowo sebelumnya telah meninjau langsung penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Setelah itu, Presiden melanjutkan perjalanan ke Kalteng untuk memastikan penanganan kebakaran di wilayah Kalimantan dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.

Dengan turun langsung dan meminta laporan kebutuhan di lapangan, Prabowo memastikan dukungan personel maupun peralatan dapat segera diperkuat untuk mengendalikan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan.

Topik Menarik