Bangun Tidur Malah Pusing dan Linglung? Bisa Jadi karena Kebiasaan Ini

Bangun Tidur Malah Pusing dan Linglung? Bisa Jadi karena Kebiasaan Ini

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:26
share

JAKARTA, iNews.id - Bangun tidur seharusnya membuat tubuh terasa lebih segar. Namun, jika kamu justru merasa pusing, linglung, tubuh terasa berat, dan tidak bersemangat, bisa jadi kondisi tersebut berkaitan dengan kebiasaan mematikan alarm lalu kembali tidur.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan kebiasaan memasang alarm bertubi-tubi dapat memberikan efek tertentu terhadap tubuh. Kondisi tersebut terutama terjadi ketika seseorang sudah terbangun pada alarm pertama, kemudian kembali tidur dan terbangun lagi saat alarm kedua berbunyi.

“Pagi hari seharusnya jadi momen paling segar, tapi saya paham kamu sering merasa pusing dan berat setelah bangun. Banyak yang kira nambah tidur 5 sampai 10 menit bikin badan lebih segar. Padahal menunda alarm berkali-kali justru jadi biang keladinya,” kata dr. Cecep, dikutip Jumat (21/8/2026).

Menurut dia, ketika seseorang kembali tidur setelah mematikan alarm, otak dapat memulai siklus tidur yang baru. Ketika alarm berikutnya berbunyi, otak kembali dipaksa untuk terbangun sebelum siklus tidur tersebut selesai.

“Begini, saat kamu tidur lagi setelah matikan alarm, otakmu mulai siklus tidur baru. Nah, pas alarm berikutnya bunyi, kamu terbangun paksa di tengah siklus. Hasilnya: sleep inertia, pusing, linglung, dan tubuh terasa berat,” ujarnya.

Kondisi tersebut dikenal sebagai *sleep inertia*, yakni keadaan ketika seseorang belum sepenuhnya sadar dan merasa sulit beraktivitas sesaat setelah bangun tidur. Akibatnya, tubuh dapat terasa berat, pikiran kurang fokus, dan rasa kantuk masih kuat.

dr Cecep juga mengingatkan agar kebiasaan tersebut tidak dilakukan terus-menerus. Menurut dia, kebiasaan tidur kembali setelah alarm jika berlangsung dalam jangka panjang berisiko mengganggu hormon dan metabolisme tubuh.

“Kalau kebiasaan ini berlangsung lama, risikonya bisa gangguan hormon dan metabolisme tubuh,”  katanya.

Kebiasaan Tidur Lagi Setelah Alarm

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu tubuh terbiasa bangun tanpa harus menekan tombol snooze berkali-kali. Salah satunya dengan menempatkan ponsel atau alarm jauh dari jangkauan tangan.

“Solusi simpel: terapkan aturan jarak. Taruh HP atau alarm di tempat yang enggak bisa dijangkau sambil tiduran. Dengan begitu kamu dipaksa bangun dan bergerak,” ucapnya.

Dengan meletakkan alarm jauh dari tempat tidur, seseorang harus beranjak untuk mematikannya. Gerakan tersebut dapat membantu tubuh menjadi lebih aktif sehingga keinginan untuk kembali tidur bisa berkurang.

Cahaya juga dapat dimanfaatkan untuk membantu tubuh beralih dari kondisi tidur menuju terjaga. Dr. Cecep menyarankan agar kamar mendapatkan paparan cahaya ketika waktu bangun tiba.

“Cahaya adalah sinyal bangun paling kuat untuk otak. Atur gordenmu agar sedikit terbuka, atau gunakan lampu pintar (smart lamp) yang bisa di-setting untuk menyala dan meredup perlahan 15 menit sebelum alarm berbunyi,” katanya.

Selain cahaya, suara alarm juga dapat diperhatikan. Dr. Cecep menyarankan menggunakan suara alarm yang lebih lembut dan melodis atau memiliki nada yang meningkat secara bertahap.

“Hindari suara alarm yang terlalu kasar dan mengejutkan. Penelitian menunjukkan bahwa alarm dengan suara yang melodis atau nadanya naik secara bertahap bisa membantu proses transisi otak dari tidur ke sadar menjadi lebih lembut,” ucapnya.

Menyiapkan air putih di samping tempat tidur juga bisa menjadi kebiasaan sederhana setelah bangun. Minum air putih saat bangun dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh setelah tidak mendapatkan asupan selama tidur.

Namun, berbagai cara tersebut tetap membutuhkan konsistensi. Dr. Cecep menilai kebiasaan bangun pada waktu yang sama setiap hari menjadi salah satu langkah penting untuk melatih jam biologis tubuh.

“vani adalah solusi jangka panjang yang paling ampuh. Latih jam biologismu dengan bangun di jam yang sama SETIAP HARI, termasuk akhir pekan. Lama-kelamaan, tubuhmu akan belajar untuk bangun secara alami beberapa menit sebelum alarm berbunyi,” ujarnya.

Karena itu, jika kamu sering bangun tidur dalam kondisi pusing dan linglung setelah berulang kali mematikan alarm, cobalah mengevaluasi kebiasaan tersebut. Mengatur waktu tidur dan bangun secara konsisten dapat menjadi langkah awal agar tubuh lebih mudah terjaga pada pagi hari.

Topik Menarik