Curhat Pilu Chua Kotak di Balik Single YOLO, Jadi Doping untuk Anak Alami Kekerasan Verbal
JAKARTA, iNews.id - Grup band Kotak kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis single terbaru bertajuk YOLO (You Only Live Once). Di balik musik rock yang enerjik, lagu tersebut menyimpan cerita personal dari bassist Kotak, Swasti Sabdastantri alias Chua.
Chua mengungkapkan, lirik lagu YOLO terinspirasi dari pengalaman sang buah hati yang sempat mengalami kekerasan verbal di lingkungannya. Kondisi tersebut membuat anaknya merasa terkurung hingga kehilangan kepercayaan diri.
"POV YOLO di aku personal sendiri, lagu ini aku bikin sebenarnya untuk doping anak aku. Anak aku yang sempat mengalami kekerasan verbal, dia merasa terkurung, dia merasa nggak percaya kalau dirinya itu nggak pantes buat dunia ini atau dunianya itu nggak bagus," ungkap Chua saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026) malam.
Bagi Chua, YOLO bukan sekadar karya musik. Lagu tersebut menjadi bentuk dukungan dan penyemangat dari seorang ibu agar sang anak kembali bangkit, percaya pada dirinya sendiri, serta berani menunjukkan potensi tanpa terpengaruh perkataan negatif orang lain.
"Jadi lagu ini sebagai doping dari Mama Chua, dari Bunda Tantri, dari Pakde Cella kalau misalnya ayo kita sama-sama yuk," lanjutnya.
Chua kemudian menyadari bahwa pengalaman serupa ternyata dirasakan banyak orang. Tidak sedikit orang yang memilih memendam diri karena takut terhadap penilaian atau perkataan dari lingkungan sekitar.
"Ternyata banyak sekali teman-teman yang merasakan hal yang sama, yang dia terbelenggu karena rasa takut yang berlebihan jadi dia tidak bisa mengekspresikan dirinya sendiri. Jadi lagu ini sebagai doping untuk semangat yang lebih berwarna lagi," tambah Chua.
Dari sisi musik, gitaris sekaligus komposer Kotak, Cella, mengatakan dirinya ingin mengembalikan akar atau roots musik Kotak tanpa harus mengulang gaya musik pada era sebelumnya.
Dia juga memberikan porsi lebih besar kepada permainan bass agar karakter Chua semakin menonjol dan mampu memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui lagu YOLO.
"Aku pengen ngembaliin roots-nya Kotak bukan berarti harus kembali ke era lama, spirit-nya aja. Bass juga bisa jadi headliner gitu di depan memimpin sebuah upacara gitu ibaratnya, sebuah peperangan. Dan akhirnya vibe itu aku dapet di lagu ini," jelas Cella.
Sementara itu, vokalis Kotak, Tantri, menjelaskan makna YOLO yang diusung dalam lagu tersebut. Menurutnya, istilah You Only Live Once tidak seharusnya dimaknai sebagai kebebasan untuk bertindak tanpa memikirkan konsekuensi.
"Kita pengen meluruskan juga jangan mentang-mentang You Only Live Once jadi seenaknya gitu. Maksudnya ini kita lebih menjurus lagi You Only Live Once, lo jadi diri lo, lo berkembang tanpa harus jadi beban seperti orang lain, jadi diri sendiri, sikat!" tegas Tantri.
Single YOLO sekaligus menjadi bagian dari babak baru perjalanan Kotak yang kini resmi berjalan di jalur independen. Setelah 22 tahun berkarier, Tantri menyebut semangat bermusik mereka justru terasa seperti kembali menjadi band baru.
"Fase Kotak sekarang tuh karena memang kita merangkak kembali menjadi band baru tanda kutip. Belajar jadi band baru lagi, jadi entah kenapa di usia 22 tahun ini spirit kita tuh jadi terasa bener-bener muda banget," katanya.
Melalui YOLO, Kotak tidak hanya menawarkan energi musik rock, tetapi juga pesan tentang keberanian menjadi diri sendiri. Bagi Chua, lagu tersebut diharapkan dapat menjadi "doping" bagi siapa pun yang sedang berjuang keluar dari rasa takut dan kembali percaya pada dirinya sendiri.








