Trump: Iran Sebaiknya Menyerah, Kibarkan Bendera Putih!

Trump: Iran Sebaiknya Menyerah, Kibarkan Bendera Putih!

Terkini | inews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:51
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mendesak Iran untuk menyerah di tengah ketegangan yang belum mereda terkait Selat Hormuz. Trump bahkan meminta Teheran mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.

Trump disebut tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran, meski perang tersebut semakin tidak populer di kalangan rakyat AS menjelang pemilu paruh waktu pada November mendatang.

Menurut laporan jurnalis Fox News, Trey Yingst, Trump mengatakan Iran sebaiknya menyerah dan mengibarkan bendera putih. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Trump juga kembali menyinggung perkembangan perundingan Iran dan Oman mengenai pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.

"Dia mengatakan Iran sebaiknya menyerah dan mengibarkan bendera putih," kata Yingst, menirukan pernyataan Trump, dalam posting-an di media sosial X, dikutip Rabu (19/8/2026).

Trump juga menegaskan dirinya tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Sikap tersebut muncul meski perang berpotensi menjadi isu politik yang merugikan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu AS.

Partai Demokrat bahkan disebut berpeluang merebut kembali kendali Kongres, baik DPR maupun Senat, dari Partai Republik.

Trump Ancam Oman

Di tengah situasi tersebut, Trump juga melontarkan ancaman keras kepada Oman. Dia memperingatkan akan membombardir Oman jika negara tersebut dianggap menghalangi tercapainya kesepakatan dengan Iran mengenai Selat Hormuz.

"Jika Oman menghalangi, kami akan membombardir mereka habis-habisan," ujar Trump, kepada Yingst.

Pernyataan itu merujuk pada perundingan Iran dan Oman yang tengah membahas pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.

Iran menguasai wilayah pesisir di sisi utara selat tersebut, sedangkan Oman berada di sisi selatan. Kedua negara selama beberapa pekan terakhir melakukan pembahasan mengenai pengaturan pelayaran di jalur strategis yang menjadi salah satu jalur utama pasokan energi dunia.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kedua pihak sedang menyusun deklarasi bersama. Teheran juga disebut telah merampungkan peta pelayaran Selat Hormuz sebagai bagian dari pembahasan dengan Oman.

Namun, Iran memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut tidak otomatis berarti Selat Hormuz akan kembali dibuka secara bebas seperti sebelum perang.

Iran Tetap Pegang Kendali Hormuz

Sebelum perang AS-Israel melawan Iran pecah, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional yang terbuka dan menjadi salah satu jalur terpenting bagi perdagangan energi global. Sekitar 20 persen kebutuhan energi dunia melewati kawasan tersebut.

Trump berulang kali mengklaim AS telah menguasai Selat Hormuz. Dia bahkan pernah menyatakan akan menetapkan selat tersebut sebagai bagian dari wilayah AS.

Klaim itu diremehkan Iran. Teheran menegaskan bahwa militernya tetap menjadi pihak yang menentukan kapal mana yang dapat melintasi jalur tersebut.

Militer AS sendiri menggunakan jalur di sisi Oman untuk menjamin keamanan pelayaran. Langkah tersebut membuat Iran marah dan memicu serangkaian serangan terhadap kapal tanker serta kapal kargo yang melintasi kawasan tersebut.

Trump juga sebelumnya pernah melontarkan ancaman terhadap Oman pada Mei lalu.

Topik Menarik