253 Ton Bantuan Dikirim ke NTT hingga Hari ke-5 Pascagempa M7,7, Instruksi Prabowo

253 Ton Bantuan Dikirim ke NTT hingga Hari ke-5 Pascagempa M7,7, Instruksi Prabowo

Terkini | inews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:34
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa Magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Hingga hari kelima pascabencana, Rabu (19/8/2026), sebanyak 253 ton logistik telah dikirim ke wilayah terdampak.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah kembali memberangkatkan lima pesawat dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu dini hari. Kelima pesawat tersebut membawa total 65 ton logistik.

“Yang pertama, atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026, jam 4 pagi kembali diberangkatkan 5 pesawat menuju NTT, hari ini total membawa 65 ton logistik. Jadi sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik,” ujar Teddy.

Bantuan yang dikirim meliputi makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya bagi masyarakat yang terdampak gempa. Untuk mempercepat proses distribusi, pemerintah menyiapkan dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere.

Posko Labuan Bajo menjadi titik distribusi bantuan menuju sejumlah wilayah, di antaranya Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara bantuan dari Posko Maumere akan didorong ke wilayah Sikka, Ende, Nagekeo, serta daerah lain yang membutuhkan.

Teddy menjelaskan, distribusi bantuan dilakukan melalui tiga jalur, yakni udara, laut, dan darat. Jalur udara diperkuat dengan penggunaan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Sementara melalui jalur laut, tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah terdampak. Pemerintah juga menyiapkan kapal rumah sakit untuk mendukung penanganan masyarakat.

“Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ungkap Teddy.

Pemerintah terus memantau proses penanganan bencana untuk memastikan bantuan yang dikirim tidak hanya berhenti di posko, tetapi dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.

Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana gempa NTT, mulai dari aparat, relawan hingga masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapa pun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak,” tutur Teddy.

Topik Menarik