Alasan Polda Metro Larang BEM UI Demo di Bundaran HI: Bisa Lumpuhkan Jakarta

Alasan Polda Metro Larang BEM UI Demo di Bundaran HI: Bisa Lumpuhkan Jakarta

Terkini | inews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:32
share

JAKARTA, iNews.id - Polda Metro Jaya mengungkap alasan tidak mengizinkan massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berdemonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Polisi menilai, aksi di titik tersebut berpotensi melumpuhkan aktivitas masyarakat di Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, Bundaran HI merupakan kawasan vital yang menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat.

"Bundaran HI itu merupakan center of gravity Indonesia. Pusat-pusat perbelanjaan, pusat perekonomian, ada moda transportasi, termasuk ada konsulat negara-negara asing," kata Budi kepada wartawan di Dukuh Atas, Jakarta.

Menurut dia, apabila terjadi kemacetan parah di kawasan tersebut, dampaknya akan meluas ke sejumlah ruas jalan utama Jakarta. Budi menjelaskan, kemacetan tidak hanya akan terjadi di jalur utama sekitar Bundaran HI, tetapi juga menjalar ke kawasan lain seperti Slipi dan Gatot Subroto.

"Itu bukan berdampak hanya di jalur arteri lain termasuk Slipi dan Gatot Subroto. Ini akan melumpuhkan Jakarta apabila HI digunakan sebagai tempat pelaksanaan penyampaian aspirasi," katanya.

Meski demikian, Polda Metro Jaya menyatakan tetap memfasilitasi penyampaian aspirasi mahasiswa di sejumlah lokasi yang telah disiapkan. Untuk aksi yang ditujukan ke DPR, polisi mempersilakan massa menyampaikan pendapat di depan parlemen. Sementara untuk aksi ke Istana Negara, lokasi yang disiapkan berada di Silang Monas Barat Daya.

"Untuk Bundaran HI, kami mohon maaf akan memfasilitasi di tempat-tempat lain yang sudah ditentukan," kata Budi.

Sementara itu, Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra mengungkapkan kekecewaannya lantaran polisi menghalangi aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Meski begitu, dia menilai unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman telah mencapai tujuan.

"Kita tetap merasa goals kita tercapai sih sebenarnya. Karena kita tuh hanya ingin untuk menyuarakan apa sih yang menjadi pikiran kita, apa sih yang menjadi tuntutan kita," ucap Fatimah saat ditemui di Jalan Jenderal Sudirman.

"Pada akhirnya harus dikecewakan karena harapan kita untuk bisa mengungkapkannya di Bundaran HI dihalangi kembali," ucapnya.

Fatimah mengeklaim, Gubernur Jakarta Pramono Anung tak mempersoalkan aksi unjuk rasa di Bundaran HI. "Sehingga ya kita mempertanyakan aja sih, ini bentuk apa kalau bukan bentuk untuk demokrasi setengah-setengah?" kata dia.

Topik Menarik