BEM UI Diadang Polisi di Sudirman, Massa Sempat Blokade Jalur Transjakarta
JAKARTA, iNews.id - Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) diadang pengamanan berlapis aparat kepolisian saat bergerak menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) siang. Massa pun sempat memblokade jalur Transjakarta di kawasan Dukuh Atas hingga terjadi aksi saling dorong dengan petugas.
Pantauan sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan mahasiswa dengan almamater kuning khas UI bergerak menuju Bundaran HI. Namun, langkah mereka terhenti setelah polisi membentuk barikade di Jalan Jenderal Sudirman.
Barisan terdepan diisi polisi wanita (Polwan), kemudian di belakangnya terdapat personel polisi pria. Pagar besi turut dipasang di belakang aparat untuk menutup akses menuju Bundaran HI.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah mahasiswa mencoba menutup jalur Transjakarta. Aksi tersebut berlangsung sekitar 20 menit dan berujung saling dorong antara mahasiswa dengan aparat yang berupaya membuka kembali jalur bus.
BRI Taipei Branch Office dan KDEI Taipei Perluas Edukasi Keuangan dan Layanan Perbankan bagi WNI
Mahasiswa sempat bertahan mempertahankan blokade. Situasi kemudian kembali kondusif setelah orator dari mobil komando meminta peserta tidak terpancing provokasi dan tetap menyampaikan aspirasi secara tertib.
Massa selanjutnya menggelar orasi di depan barikade polisi. Sejumlah mahasiswa secara bergantian menyampaikan tuntutan dari atas mobil komando dengan pengawalan aparat.
Di tengah aksi, aktivitas pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas tetap berlangsung. Sejumlah warga terlihat menggunakan trotoar dan area penyeberangan di sekitar lokasi.
Sementara itu, arus kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI dialihkan. Kendaraan tidak dapat melintas menuju titik konsentrasi massa dan diarahkan petugas ke jalur lain.
Aksi BEM UI membawa delapan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah. Tuntutan tersebut mencakup pemberantasan korupsi hingga evaluasi sejumlah program nasional.
BEM UI menyebut delapan tuntutan tersebut disusun sebagai respons terhadap berbagai persoalan dalam kehidupan bernegara.
"Menanggapi permasalahan kehidupan bernegara yang nyata terjadi di segala haluan negeri, maka disusunlah delapan pokok tuntutan yang menjadi dasar aksi #MerebutKemerdekaan yang akan segera dilaksanakan," tulis BEM UI dalam dokumen Executive Summary #MerebutKemerdekaan.










