Ayu Ting Ting Rayakan HUT Kemerdekaan RI di Lapangan Padel: Ibu Lagi Senang!

Ayu Ting Ting Rayakan HUT Kemerdekaan RI di Lapangan Padel: Ibu Lagi Senang!

Gaya Hidup | inews | Senin, 17 Agustus 2026 - 15:04
share

SURABAYA, iNews.id - Kesenian Reog Ponorogo mencuri perhatian ribuan warga Jepang saat tampil dalam Festival Indonesia pertama di Chiba City Chuo Park, Jepang. Jumlah pengunjung acara ini menembus hampir 15.000 orang selama dua hari penyelenggaraan.

Kesenian tradisional asal Jawa Timur tersebut menjadi salah satu atraksi utama dalam festival yang mempertemukan budaya Indonesia dan Jepang dalam satu panggung.

Jumlah pengunjung itu jauh melampaui perkiraan awal penyelenggara, Maha-job, yang sebelumnya menargetkan sekitar 5.000 orang.

Dalam Festival Indonesia tersebut, Reog Ponorogo tidak hanya ditampilkan sebagai pertunjukan seni, tetapi juga dikemas secara interaktif.

Warga Jepang diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan kesenian tradisional Indonesia tersebut. Bahkan, sejumlah pengunjung berkesempatan mencoba menaiki Reog dengan tetap berada di bawah pengawasan panitia.

"Ketika pengunjung dapat mencoba Taiko dan Yosakoi, menikmati Reog dan tari tradisional Indonesia, serta berinteraksi secara langsung, di situlah kami melihat nilai utama dari festival ini," kata Panitia Penyelenggara Nadya Putri Kurniasari, Senin (17/8/2026).

Pertukaran budaya juga berlangsung dua arah. Warga Indonesia yang hadir diajak mencoba menabuh alat musik tradisional Taiko dan ikut menari Yosakoi bersama penampil asal Jepang.

Selain pertunjukan seni, festival juga menghadirkan kuliner khas Nusantara yang dijajakan para pelaku UMKM Indonesia.

Antusiasme pengunjung terhadap makanan Indonesia bahkan membuat stok bahan makanan sejumlah pelaku UMKM habis sejak hari pertama acara.

CEO MFI Association Mahmudi Fukumoto mengatakan, Festival Indonesia di Chiba diharapkan menjadi wadah untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang melalui pertukaran seni dan budaya.

"Festival juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat Indonesia, khususnya para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan diaspora Indonesia di Jepang, untuk berkumpul, bersilaturahmi, serta menikmati kegiatan positif bersama," katanya.

Sementara itu, Counsellor (Pensosbud) KBRI Tokyo Iqbal Mohammad Amrullah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan persahabatan antara Indonesia dan Jepang.

Dia mengajak masyarakat Indonesia yang berada di Jepang untuk terus menjaga persatuan, kekompakan, dan harmoni. Perbedaan yang ada juga diharapkan dapat dipandang sebagai kekayaan bersama.

Menurutnya, hubungan Indonesia dan Jepang tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui hubungan antarmasyarakat.

Panitia juga menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung. Setelah festival berakhir, panitia tetap melakukan penyisiran dan membersihkan sampah yang tersisa di area taman hingga Senin pagi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan pemerintah setempat.

Festival Indonesia di Chiba akhirnya tidak hanya menjadi panggung bagi Reog Ponorogo, tetapi juga ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan masyarakat Indonesia dan Jepang dalam suasana kebersamaan.

Topik Menarik