HUT RI ke-81, Gita Bahana Nusantara Meriahkan Istana dengan Lagu Daerah
Suasana di Istana Kepresidenan terasa berbeda pada pagi peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Sebelum upacara dimulai, kawasan Istana lebih dulu diisi lantunan lagu-lagu nasional dan daerah yang dibawakan Gita Bahana Nusantara.
Penampilan tersebut dimulai sekitar pukul 07.30 WIB, sebelum rangkaian upacara peringatan detik-detik Proklamasi berlangsung.
Sebanyak 182 anggota orkestra dan paduan suara Gita Bahana Nusantara tampil dalam rangkaian aubade tersebut. Kelompok ini berada di bawah naungan Kementerian Kebudayaan RI dan penampilannya dipimpin oleh konduktor Vincent Wiguna.
Baca Juga : Melihat Isi Goodie Bag HUT ke-81 RI di Istana, Ada Buku Presiden hingga Kelereng
Para peserta Gita Bahana Nusantara tampil mengenakan beragam busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran mereka sekaligus membawa nuansa keberagaman budaya ke tengah rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan.Sejumlah lagu dinyanyikan dalam penampilan tersebut. Gita Bahana Nusantara membuka penampilan dengan lagu “Perdamaian”, kemudian dilanjutkan dengan “Dwi Warna”.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Dwi Rahma Aulia, perwakilan dari Provinsi Sumatera Barat. Ia membawakan lagu daerah “Laksamana Raja di Laut” dengan mengenakan busana adat Sumatera Barat.
Penampilan Dwi menjadi salah satu bagian yang memperlihatkan bagaimana kekayaan musik daerah turut hadir dalam perayaan kemerdekaan di Istana.
Baca Juga : Istana Ajak Warga Ramaikan Pesta Rakyat di Monas dan Bundaran HI
Setelah “Laksamana Raja di Laut”, penampilan Gita Bahana Nusantara berlanjut dengan lagu “Candra Buana” dan kemudian “Aku Indonesia” dan lagu-lagu daerah lainnya.
Penampilan tersebut menghadirkan suasana yang cukup meriah menjelang dimulainya upacara. Para anggota Gita Bahana Nusantara terlihat tampil kompak mengenakan busana tradisional dari berbagai wilayah Indonesia.
Kehadiran lagu daerah seperti “Laksamana Raja di Laut” di antara lagu-lagu bertema kebangsaan membuat pertunjukan ini tidak hanya menjadi pengantar menuju upacara, tetapi juga memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia melalui musik.







