Pramono Akui Polusi Jakarta Sangat Memprihatinkan, Beberkan Penyebabnya!
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui kualitas udara di ibu kota sedang memprihatinkan. Kondisi tersebut terjadi ketika Jakarta hampir tiga pekan tidak diguyur hujan.
Pramono Anung menyampaikan hal tersebut saat konferensi pers di Taman Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (16/8/2026). Pernyataan itu disampaikan merespons kondisi polusi udara Jakarta yang menjadi perhatian masyarakat.
"Saudara-saudara sekalian, memang sekarang ini kondisi cuaca dan polusi udara cukup memprihatinkan. Karena memang kita (Jakarta) sudah hampir tiga minggu tidak pernah ada hujan," ujar Pramono.
Kondisi kualitas udara Jakarta juga terlihat dari data pemantauan IQAir. Berdasarkan pantauan iNews.id pada Minggu pukul 09.22 WIB, Jakarta sempat menempati posisi pertama dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI 169.
Saat dilakukan pengecekan ulang pada pukul 11.24 WIB, posisi Jakarta berubah menjadi peringkat ketiga dengan AQI 164. Kala itu, Kampala berada di posisi pertama dengan AQI 194, disusul Dubai dengan AQI 184.
Meski peringkatnya berubah, kualitas udara Jakarta masih berada dalam kategori tidak sehat dengan PM2.5 sebagai salah satu polutan utama.
Data dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, udara.jakarta.go.id, juga menunjukkan kondisi serupa. Skor kualitas udara Jakarta tercatat 121 dengan parameter PM2.5 dan masuk kategori tidak sehat.
Pramono Beberkan Penyebab Kualitas Udara Jakarta Sangat Buruk
Menurut Pramono, minimnya curah hujan menjadi salah satu faktor yang membuat kondisi polusi udara di Jakarta memburuk.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta sebenarnya telah beberapa kali berupaya melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, upaya itu belum dapat dilaksanakan karena tidak adanya potensi awan hujan yang memadai.
"Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba melakukan modifikasi cuaca. Tapi kami memohon maaf karena awannya tidak ada, sehingga hujan belum bisa dilakukan," kata Pramono.
Dia mengatakan Pemprov DKI tetap akan melakukan modifikasi cuaca apabila kondisi atmosfer memungkinkan.
Pramono juga telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk bekerja sama dengan BMKG kalau kemudian awannya ada untuk segera dilakukan modifikasi cuaca," tegasnya.
Kondisi polusi tersebut turut dikeluhkan warga yang beraktivitas saat Car Free Day (CFD) Jakarta pada Minggu pagi. Sejumlah pengguna media sosial mengunggah kondisi langit Jakarta yang tampak pekat dan mempertanyakan keamanan berolahraga di tengah kualitas udara yang buruk.
Salah satunya akun Threads @pratawaryanta yang menulis, "Mau jogging di CFD tapiiiii polusi udara dan langit Jakarta kayak gini mending tarik selimut lagi aja ga siiihhh?"
Dengan kondisi udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat diimbau memperhatikan informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.










