Sosok Citra, Siswi Sekolah Rakyat yang Namanya Disebut Prabowo di Sidang Tahunan MPR

Sosok Citra, Siswi Sekolah Rakyat yang Namanya Disebut Prabowo di Sidang Tahunan MPR

Terkini | inews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 19:24
share

JAKARTA, iNews.id - Siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 67 Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Citra Nur Ramadhani (10), menjadi salah satu tamu istimewa Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2026). Citra datang mengenakan baju Bodo khas Sulawesi Selatan lengkap dengan pernak-pernik aksesori.

Namanya disebut secara khusus oleh Presiden Prabowo di hadapan para peserta sidang. Citra dikenalkan sebagai salah satu siswa Sekolah Rakyat yang memiliki kisah perjuangan dan berhasil menorehkan prestasi. Dia pun sangat berbahagia hari ini lantaran dapat bertemu langsung Presiden.

“Senang banget karena barusan ketemu Bapak Presiden," kata Citra.

Baginya, kesempatan bertemu Presiden menjadi pengalaman yang membekas. Apalagi, Prabowo sempat menyampaikan apresiasi atas perjuangannya yang hampir putus sekolah karena harus membantu ibunya berjualan kacang.

“Terima kasih, Bapak Presiden,” ucapnya dengan wajah berbinar.

Dia juga menyampaikan pesan sederhana kepada Kepala Negara. “Pak Presiden sehat-sehat ya. Tunggu saya dewasa nanti pakai sabuk hitam (karate),” katanya

Citra berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Ayahnya telah meninggal dunia ketika ia masih duduk di kelas 2 SD. Sementara sang ibu, Hajrah, merupakan orang tua tunggal yang bekerja serabutan, antara lain membersihkan dan menyapu masjid serta menjadi buruh cuci harian.

Melihat kondisi sang ibu, Citra berusaha ikut membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Dia bahkan berjualan kacang secara berkeliling di sejumlah lokasi di Kota Pangkep.

“Bantu Mama,” jawab Citra ketika ditanya mengenai kegiatannya sebelum masuk Sekolah Rakyat.

Kondisi tersebut membuat Citra berada pada titik hampir meninggalkan bangku sekolah. Namun, keadaan berubah ketika dia diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Di Sekolah Rakyat, Citra tidak hanya kembali mendapatkan kesempatan belajar. Dia juga memperoleh lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya.

Pelajaran yang paling disukainya adalah matematika. Selain kegiatan akademik, Citra juga menemukan minat baru melalui kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya karate. 

Dengan sabuk kuning yang melingkar di pinggangnya, Citra mulai menapaki jalan menuju prestasi di cabang karate. Citra berhasil meraih Juara II tingkat Kabupaten Pangkep.

Presiden juga menyinggung prestasi Citra di bidang karate dan memberikan pesan agar Citra terus mengejar prestasinya.

“Citra, umurmu berapa Citra? 10 tahun? Ya nanti 10 tahun lagi lah kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu,” ujar Presiden di hadapan para peserta sidang.

Topik Menarik