Ekonomi Thailand Diprediksi Hanya Tumbuh 1,7 Persen pada Kuartal II-2026, Melambat Tajam
IDXChannel - Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Thailand diprediksi melambat tajam pada kuartal II-2026.
Dilansir dari CNA pada Jumat (14/8/2026), konsumsi rumah tangga yang lesu membebani kenaikan ekspor dan investasi swasta.
Menurut jajak pendapat terhadap.15 ekonom oleh Reuters, Thailand kemungkinan hanya tumbuh 1,7 persen secara tahun-ke-tahun pada April-Juni, melambat tajam dari pertumbuhan 2,8 persen pada kuartal sebelumnya.
Pemerintah Thailand dijadwalkan merilis data PDB terbatu pada 17 Agustus mendatang.
Secara kuartal-ke-kuartal, PDB Thailand diperkirakan mengalami kontraksi 0,6 persen pada April-Juni.
Guncangan harga minyak berdampak pada biaya hidup, terutama transportasi. Akibatnya, rumah tangga cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran.
Utang rumah tangga yang tinggi dan populasi yang menua juga diperkirakan membatasi pengeluaran konsumen, meskipun ada langkah-langkah fiskal pemerintah yang bertujuan untuk mendukung permintaan.
Barawal dari Huntara ke Usaha Produktif, BNPB–PNM Dorong Warga Agam Bangkit Lewat Potensi Lokal
Pariwisata, pilar vital ekonomi Thailand, juga tidak mungkin memberikan banyak bantuan. Kedatangan wisatawan asing turun 3,2 persen secara tahunan per 1 Agustus.
Ekonomi Thailand diperkirakan tumbuh 2,0 persen pada 2026, menurut jajak pendapat bulan lalu. Bank Sentral Thailand memperkirakan pertumbuhan PDB sebesar 2,3 persen untuk tahun ini. (Wahyu Dwi Anggoro)










