Prabowo Targetkan Renovasi Sekolah Rampung 2029, Tak Mau Lagi Ada yang Rusak

Prabowo Targetkan Renovasi Sekolah Rampung 2029, Tak Mau Lagi Ada yang Rusak

Terkini | inews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 17:54
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat direnovasi paling lambat pada 2029. Pemerintah akan mempercepat program renovasi tersebut mulai 2027.

“Kita akan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan paling lambat tahun 2029," kata Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN TA 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menegaskan negara harus hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia dapat belajar di sekolah yang aman dan layak. Menurutnya, sekolah merupakan tempat bagi generasi muda untuk membangun masa depan.

“Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat. Sekolah adalah tempat anak-anak Indonesia membangun masa depan mereka," ujarnya.

Dia mengakui masih banyak sekolah yang memiliki kondisi memprihatinkan. Mulai dari atap bocor atau runtuh, dinding retak, hingga toilet yang rusak dan ruang kelas yang tidak aman.

“Tetapi kita mengerti bahwa masih banyak anak-anak kita yang belajar dengan atap yang bocor, mungkin juga atap yang runtuh, dinding yang retak, toilet yang rusak, mungkin juga WC yang tidak ada, ruang kelas yang tidak aman. Keadaan ini tidak boleh kita wariskan," ungkapnya.

Prabowo mengatakan percepatan renovasi sekolah akan dilakukan pada 2027 dan 2028. Program tersebut ditargetkan selesai seluruhnya paling lambat pada 2029.

"Program renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan akan terus dipercepat pada tahun 2027 dan 2028, dan harus selesai paling lambat tahun 2029. Ini adalah program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah kita," paparnya.

Prabowo meminta program tersebut dijalankan secara serius. Dia menegaskan tidak boleh lagi ada sekolah roboh atau ruang kelas rusak yang dibiarkan selama bertahun-tahun.

"Kita harus berani memasang target yang tinggi. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh, tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun. Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik, aman, bersih, layak untuk belajar. Semua sekolah harus punya kamar kecil yang layak," tegasnya.

Selain renovasi fisik, pemerintah juga akan memperkuat fasilitas pembelajaran digital. Prabowo mengatakan seluruh ruang kelas akan dilengkapi layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP).

Pada akhir Desember 2026, pemerintah menargetkan setiap sekolah memperoleh tambahan tiga layar IFP.

"Semua ruang kelas akan kita lengkapi dengan layar pintar interaktif atau IFP. Di akhir bulan Desember 2026, kita perjuangkan semua sekolah akan menerima tambahan tiga layar untuk tiap sekolah," kata Prabowo.

"Akhir tahun ini, kalau tahun yang lalu baru terima satu, akhir tahun ini semua sekolah di Indonesia akan punya empat ruangan yang memiliki IFP. IFP ini akan memudahkan guru dan murid untuk mengajar dan belajar," sambungnya.

Pemerintah juga akan mengembangkan pembelajaran jarak jauh melalui siaran pendidikan. Nantinya, guru-guru terbaik dapat mengajar dari studio yang berada di Jakarta maupun ibu kota provinsi.

"Kita juga akan mengadakan long distance learning, pembelajaran lewat siaran jarak jauh. Guru-guru terbaik akan bisa mengajar dari studio guru di Jakarta atau di ibu kota-ibu kota provinsi," jelasnya.

"Semua kelas di seluruh Indonesia akan punya akses kepada pendidikan yang terbaik. Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan," lanjutnya.

Tak hanya itu, Prabowo mengatakan pemerintah juga akan memperjuangkan agar seluruh sekolah negeri tidak memungut biaya pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak Indonesia.

"Pemerintah juga akan memperjuangkan seluruh sekolah negeri tidak dipungut bayaran. Ini adalah cita-cita pendiri-pendiri bangsa kita, pendidikan adalah hak semua anak Indonesia. Bagi mereka yang punya kemampuan, silakan ke sekolah-sekolah swasta yang hebat. Tapi untuk pemerintah, kita harus perjuangkan anak-anak kita bisa sekolah dengan gratis," pungkas dia.

Topik Menarik