Viral Kepala KPPG Surabaya Dicopot gegara Tak Serap Telur Peternak, Amran Jelaskan Kronologinya

Viral Kepala KPPG Surabaya Dicopot gegara Tak Serap Telur Peternak, Amran Jelaskan Kronologinya

Berita Utama | inews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:08
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap kronologi pemberhentian Koordinator Wilayah Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya, Tiara Devi, yang viral di media sosial. Amran menyebut keputusan tersebut bermula dari persoalan penyerapan telur peternak untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan diskriminasi terhadap perempuan.

“Ada yang pelintir dan menginginkan supaya itu menyebar ke mana-mana, ke seluruh nusantara,” katanya saat dijumpai di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).

Menurut Amran, persoalan bermula saat peternak ayam dari berbagai daerah menggelar demonstrasi terkait anjloknya harga telur. Pemerintah kemudian mencari penyebab turunnya harga komoditas tersebut.

Karena jumlah peternak yang terdampak cukup besar, pemerintah menggelar pertemuan di Surabaya. Pertemuan tersebut melibatkan peternak, pengusaha, hingga pelaku usaha besar.

Pemerintah kemudian mengecek kondisi penyerapan telur di Surabaya. Dari pemeriksaan tersebut, salah satu persoalan ditemukan pada penyerapan telur peternak oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kebutuhan program MBG.

“Kita cek di mana masalahnya. Nah di Surabaya, kenapa harga turun, salah satu penyebabnya adalah SPPG ini tidak membeli telur dari peternak dengan harga yang ditentukan oleh pemerintah,” tutur Amran.

Amran menyebut seluruh SPPG di Surabaya tidak membeli telur peternak sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut membuat pemerintah mencari pihak yang bertanggung jawab dalam koordinasi KPPG di wilayah tersebut.

“Seluruh, satu pun tidak ada yang membeli di Surabaya. Nah, wajib kami tanya, siapa koordinatornya?” imbuhnya.

Hasil koordinasi kemudian mengarah kepada Tiara Devi yang saat itu menjabat Koordinator Wilayah KPPG Surabaya. Amran mengatakan keputusan pemberhentian Tiara pada awalnya merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Ditunjuklah. Kami kan tidak kenal, tapi yang menentukan dia berhentikan adalah BGN, kepala BGN. Nah mereka, Pak Menteri, kita berhentikan. Oh ya, kami setuju,” ujar Amran.

Sekitar 40 menit setelah keputusan tersebut, Amran mendapat informasi mengenai kondisi Tiara yang sedang hamil muda. Mendengar informasi itu, Amran mengaku menawarkan opsi lain kepada Tiara.

Tiara ditawari tetap bekerja di lingkungan Kementerian Pertanian sebagai tenaga administrasi dengan jabatan yang sama. Amran bahkan menyebut posisi tersebut berpotensi memberikan gaji dan tunjangan kinerja lebih tinggi.

Amran menegaskan pemindahan Tiara bukan bentuk hukuman. Dia juga membantah keputusan tersebut berkaitan dengan jenis kelamin Tiara.

“Jadi bukan dihukum, tetapi, nah saya dengan spontan, tolong cari yang kuat. Tapi terserah laki atau perempuan. Jadi tidak ada masalah di situ membuktikan bahwa saya tidak ada diskriminasi, kami mau di sini berkantor. Dengan jabatan sama, bahkan promosi,” pungkas Amran.

Topik Menarik