Trump Klaim Kendalikan Selat Hormuz 100, Ini Komentar Iran

Trump Klaim Kendalikan Selat Hormuz 100, Ini Komentar Iran

Berita Utama | inews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:24
share

TEHERAN, iNews.id - Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebutkan militernya mengendalikan penuh Selat Hormuz.

Otoritas Selat-Teluk Persia (PGSA) Iran menegaskan, jalur perairan strategis bagi pasokan energi dunia tersebut masih ditutup, tidak akan dibuka kembali sampai AS memenuhi syarat-syarat yang diajukan.

"Klaim dan posting-an berulang kali oleh pejabat AS bahwa Selat Hormuz tidak lagi ditutup, tidak mengubah kenyataan: Selat Hormuz tetap diblokade dan tidak akan dibuka sampai syarat-syarat Iran diterima," bunyi pernyataan PGSA, dikutip Kamis (13/8/2026).

Trump sebelumnya mengatakan militer AS mengendalikan penuh Selat Hormuz dan akan mempertahankannya. Menurut Trump, personel Angkatan Laut AS di perairan tersebut menjaga Selat Hormuz seperti tembok baja.

"Tidak ada yang bisa dilakukan Iran untuk melawannya," kata Trump.

Trump kemudian mengatakan, kemampuan militer Iran menurun drastis.

"Yang mereka sampaikan hanya berita palsu dan inflasi 300, dan semakin memburuk! Iran hanya banyak bicara dan tidak bertindak, tak bisa lagi mengganggu Timur Tengah," tulisnya.

Sebelum itu, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran, Mohsen Rezaei, juga memperingatkan Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai AS memenuhi semua persyaratan.

Dalam pesan di media sosial X, Rezaei menjelaskan sikap Iran mengenai pelayaran di sepanjang Teluk Persia seraya membeberkan persyaratan untuk pembukaan Selat Hormuz.

"Pesan Iran jelas: Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai AS mengakhiri perang dan blokade, mencairkan aset Iran yang dibekukan, serta menyetujui gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk Lebanon dan Gaza," tulisnya.

Topik Menarik