Kapolri Lapor ke Prabowo Bangun-Renovasi 895 Jembatan Presisi, Hubungkan 1.314 Desa

Kapolri Lapor ke Prabowo Bangun-Renovasi 895 Jembatan Presisi, Hubungkan 1.314 Desa

Berita Utama | inews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:50
share

JAKARTA, iNews.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan pembangunan dan revitaliasasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi kepada Presiden Prabowo Subianto, Kamis (13/8/2026). Jembatan-jembatan itu menghubungkan 1.314 desa di seluruh İndonesia.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami melaporkan bahwa kami telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya,” kata Sigit saat peresmian 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih yang digelar secara virtual dari wilayah Lebak, Banten, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, sebanyak 874 jembatan telah beroperasi, 17 unit dalam tahap pembangunan, dan 4 unit dalam tahap perencanaan. Total panjang jembatan mencapai 19,2 kilometer menghubungkan 1.314 desa.

“Memberikan manfaat bagi 2 juta orang mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM hingga masyarakat umum,” ujar Sigit.

Berdasarkan seluruh data pembangunan, lanjut Sigit, jembatan yang dibangun terbanyak di wilayah hukum Polda Banten dengan 145 jembatan total sepanjang panjang 3 kilometer menghubungkan 203 desa. Jembatan-jembatan itu diperkirakan memberikan manfaat bagi 500.000 jiwa.

“Hal ini menjadikan Banten sebagai Polda dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi jembatan Merah Putih Presisi terbanyak di antara Polda lainnya,” ucapnya.

Sigit juga melaporkan pembangunan 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Dengan rincian 6 jembatan Bailey, 4 unit jembatan di Aceh, dan 2 unit di Sumatera Barat (Sumbar).

“Hal tersebut guna memulihkan akses masyarakat memperlancar mobilitas serta menghubungkan kembali wilayah-wilayah terdampak bencana,” ucap dia.

Sigit menyatakan akan terus melanjutkan pembangunan jembatan-jembatan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat. 

“Kami tentunya menyadari Bapak bahwa kami masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami senantiasa mohon arahan dan bimbingan agar setiap langkah dan pengabdian Polri sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat,” tutur Sigit.

Topik Menarik