Trump Akhirnya Ngaku Dievakuasi dari Pesawat Air Force One gegara Ancaman Serangan Iran

Trump Akhirnya Ngaku Dievakuasi dari Pesawat Air Force One gegara Ancaman Serangan Iran

Terkini | inews | Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:33
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump buka suara terkait kehebohan dirinya dievakuasi dari pesawat Air Force One di Turki setelah mengikuti KTT NATO. Dia membenarkan dipindahkan secara diam-diam oleh pasukan pengawal presiden Dinas Rahasia ke pesawat militer lain untuk terbang ke pangkalan udara Inggris.

Trump menepis dirinya yang berinisiatif untuk pindah pesawat setelah mendapat informasi ancaman keamanan dari Iran. Pemindahannya ke pesawat lain secara diam-diam sudah diatur oleh Dinas Rahasia demi keselamatannya.

“Mereka ingin saya naik penerbangan berbeda, pesawat yang berbeda, keamanan yang sama. Mereka ingin saya melakukannya, jadi saya melakukannya. Saya melakukan apa yang mereka katakan,” kata Trump, kepada wartawan setelah turun dari Air Force One di Pangkalan Gabungan Andrews, dikutip Rabu (12/8/2026).

Tak ada yang tahu bahwa Trump turun lagi dari pesawat kepresidenan, melainkan hanya segelintir pejabat dan staf. Saat itu tak ada yang menyadari apa yang terjadi di luar karena petugas meminta jurnalis menutup jendela pesawat.

Dia dipindahkan ke pesawat militer lain menggunakan mobil katering yang biasa digunakan memasok makanan ke pesawat.

“Saya kira ada ancaman di luar sana, saya tidak terlalu banyak bertanya tentang itu. Saya sering menerima ancaman,” ujarnya, namun menolak untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai sifat ancaman tersebut.

Trump enggan menjelaskan, mengapa penumpang lain dalam pesawat, termasuk sebagian pejabat seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio tetap berada dalam Air Force One, meski ada ancaman yang diterima.

“Saya tidak tahu, saya kira sebenarnya pesawat yang saya tumpangi berada dalam risiko lebih besar,” tuturnya.

Trump menghadiri KTT NATO di Turki bulan lalu menggunakan pesawat Boeing 747 hadiah dari Qatar. Sesaat sebelum memasuki Air Force One untuk meninggalkan Turki, Trump mengatakan akan terbang ke lokasi pengisian bahan bakar menggunakan pesawat lama. Tujuannya agar pasukan AS yang ditempatkan di Inggris bisa melihat pesawat baru hadiah dari Qatar.

Dalam siaran televisi, Trump terlihat menaiki pesawat Air Force One lama dengan kelir biru-putih. Namun beberapa lama setelah memasuki pesawat, Trump turun di sisi lain dan diantar oleh mobil katering ke pesawat C-32A milik Angkatan Udara. Ia kemudian terbang ke Inggris dengan pesawat itu.

Ikut bersama Trump beberapa pejabat di antaranya Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Setibanya di pangkalan Inggris, Trump pindah kembali ke pesawat Air Force One, masuk tanpa diketahui banyak orang.

Topik Menarik