Trump Dilaporkan Akan Akhiri Perang Lawan Iran Tanpa Kesepakatan Nuklir
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampaknya ingin segera mengakhiri perang melawan Iran, meski tak bisa mencapai kesepakatan nuklir. Trump seperti diburu waktu untuk segera mengakhiri perang menjelang pemilu paruh waktu yang berlangsung pada November mendatang.
Surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), mengutip keterangan sumber pejabat AS, melaporkan Trump sejak beberapa pekan terakhir menyusun alasan untuk mendeklarasikan kemenangan dalam perang melawan Iran. Pengumuman itu sedianya disampaikan setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz yang sampai kini belum juga terwujud.
Secara pribadi, Trump bahkan menyampaikan kepada para penasihat senior, bersedia mencapai kesepakatan dengan Iran tanpa perjanjian nuklir.
AS, kata sang pejabat, dianggap telah mencapai semua tujuan militernya terhadap Iran.
Saat ini Trump fokus untuk memaksa Iran membuka kembali jalur perairan strategis Selat Hormuz. Dia akan mempertahankan opsi menggunakan kekuatan militer terhadap Iran jika terus menyerang kapal-kapal.
Para pejabat AS mengatakan, Trump mengatakan Iran kemungkinan besar tidak bisa lagi melanjutkan program nuklir sepanjang berkuasa, karena AS telah menghancurkan tiga fasilitas nuklir dalam serangan pada 2025.
Dalam pertemuan-pertemuan baru-baru ini, Trump juga menegaskan keyakinan bahwa ancaman serangan besar-besaran AS terhadap Iran berhasil memaksa Iran untuk mencapai ambisi nuklirnya.
Trump tampaknya akan memperpanjang gencatan senjata saat ini tanpa batas waktu jika AS mampu mengendalikan program nuklir Iran.
Selain itu AS juga akan mencabut blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan jika Iran membuka Selat Hormuz.










