Pengacara Jokowi Soroti Praperadilan Dokter Tifa, Bisa Jadi Celah Pelaku Kejahatan
NEW YORK, iNews.id - Mike Tyson menyebut Isaac ‘Pitbull’ Cruz sebagai petinju aktif yang paling mengingatkan dirinya pada gaya bertarung brutal saat masih menjadi salah satu sosok paling ditakuti di dunia tinju.
Nama Tyson sudah melekat dalam sejarah tinju kelas berat. Sepanjang karier profesionalnya, mantan juara dunia tersebut membukukan 50 kemenangan dan hanya tujuh kekalahan.
Dari 50 kemenangan itu, 44 di antaranya diraih melalui knockout. Catatan tersebut menjadi salah satu alasan Tyson mendapatkan reputasi sebagai petinju dengan kekuatan pukulan dan gaya bertarung yang sangat agresif.
Puncak kejayaan Tyson terjadi pada 1986. Saat baru berusia 20 tahun, dia menghancurkan juara dunia kelas berat saat itu, Trevor Berbick, hanya dalam dua ronde.
Tyson menjatuhkan Berbick melalui pukulan hook kiri hingga sang juara dunia tersungkur dan kesulitan bangkit. Kemenangan tersebut membuat Tyson tercatat sebagai juara dunia kelas berat termuda dalam sejarah tinju.
Secara fisik, Tyson bukan petinju kelas berat dengan postur menjulang. Dia memiliki tinggi sekitar 5 kaki 10 inci atau sekitar 178 cm dengan jangkauan 71 inci.
Namun, tubuhnya yang padat dan berotot dipadukan dengan gaya bertarung agresif serta aura intimidatif. Kombinasi tersebut membuat Tyson menjadi kekuatan dominan di kelas berat pada era kejayaannya.
Empat dekade setelah Tyson merebut takhta dunia, muncul pertanyaan mengenai petinju aktif yang paling memiliki kemiripan dengan gaya bertarungnya.
Isaac Cruz Disebut Paling Mirip Mike Tyson
Saat berbicara kepada The Ring Magazine seperti dikutip Seconds Out, Tyson diminta menyebut petinju masa kini yang paling mengingatkan dirinya pada sosoknya saat masih aktif.
Jawaban Tyson mengarah kepada Isaac ‘Pitbull’ Cruz, petinju asal Meksiko yang dikenal dengan gaya bertarung agresif.
"Jika saya harus menyebut seseorang, saya akan mengatakan Isaac Cruz. Dia pendek dan kekar untuk kelasnya seperti saya, dan dia terus maju menyerang. Cruz paling mengingatkan saya pada diri saya sendiri. Dia datang menyerang dengan niat buruk," kata Tyson.
Cruz memiliki karakter bertarung yang membuat perbandingan dengan Tyson cukup menarik. Petinju berusia 28 tahun tersebut sudah meraih 28 kemenangan dari 33 pertandingan profesional.
Dari 28 kemenangan itu, 18 di antaranya diraih melalui knockout. Statistik tersebut memperlihatkan kekuatan ofensif Cruz sepanjang kariernya.
Pertandingan terakhir Cruz berlangsung pada 6 Desember ketika dia menghadapi Lamont Roach Jr. Duel tersebut berakhir imbang dan membuat Cruz tetap mempertahankan gelar interim kelas super ringan WBC.
Seperti Tyson, Cruz memaksimalkan postur tubuhnya untuk mendukung gaya bertarung agresif. Dia memiliki tinggi sekitar 5 kaki 4 inci atau sekitar 163 cm.
Postur tersebut membuat Cruz kerap bertarung dengan posisi tubuh rendah dan guard rapat. Gaya tersebut membuat lawan yang memiliki postur lebih tinggi harus menghadapi target kepala yang lebih sulit dijangkau.
Meski tidak memiliki postur besar, Cruz justru menjadikan tekanan dan agresivitas sebagai bagian penting dari gaya bertarungnya. Karakter tersebut menjadi alasan utama Tyson melihat kemiripan antara dirinya dan petinju Meksiko tersebut.
Cruz dijadwalkan kembali bertarung pada 19 September. Dia akan menghadapi Nestor Bravo di Pechanga Arena, San Diego, California.
Dalam pertarungan tersebut, gelar interim super ringan WBC milik Cruz akan dipertaruhkan. Duel ini menjadi salah satu tantangan penting dalam perjalanan kariernya.
Bravo merupakan petinju Puerto Rico dengan postur 5 kaki 9 inci atau sekitar 175 sentimeter. Dia juga memiliki catatan 24 kemenangan dan hanya satu kekalahan.
Pertarungan melawan Bravo berpotensi menjadi ujian besar bagi Cruz, terutama karena dia masih mengejar kemenangan-kemenangan penting untuk memperkuat posisinya dalam persaingan tinju dunia.
Bagi Cruz, duel tersebut bukan hanya soal mempertahankan gelar interim. Pertandingan melawan lawan dengan postur lebih tinggi dan rekor impresif itu juga menjadi kesempatan untuk membuktikan alasan di balik perbandingan dirinya dengan salah satu legenda terbesar dalam sejarah tinju.
Tyson sendiri sudah memberikan penilaian tegas. Menurut legenda kelas berat tersebut, gaya Cruz yang pendek, agresif, terus maju, dan bertarung dengan intensitas tinggi merupakan karakter yang paling mengingatkannya pada dirinya sendiri.










