Blak-blakan! Presiden Iran Akui Kesulitan Berkomunikasi dengan Mojtaba Khamenei
TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian blak-blakan mengungkap, tidak mudah untuk berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. Kondisi saat ini tidak stabil yang membuat komunikasi dengan Mojtaba sangat dibatasi.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah Iran, dalam rangka memperingati 2 tahun jabatannya sebagai presiden, Pezeshkian menyebut Mojtaba sebagai sumber kekuatan utama Iran.
Di sisi lain, dia juga menyebutkan semakin terbuka para pejabat menyampaikan masalah kepada Mojtaba, maka semakin mudah pula untuk mencapai pemahaman bersama.
Pezeshkian juga menggambarkan Mojtaba sebagai sosok luar biasa. Dia mengaku sangat terkesan dengan etika, kerendahan hati, dan penalaran Mojtaba.
Lebih lanjut Pezeshkian menuduh beberapa orang berusaha menciptakan perpecahan di dalam negeri. Pezeshkian menyebut ada pihak yang menyebut Mojtaba berselisih dengan dirinya terkait kesepakatan MoU gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) yang diteken pada 17 Juni lalu. Kesepakatan itu diteken secara virtual oleh Presiden Donald Trump dan dirinya.
Kesepakatan itu menandai berlakunya gencatan senjata selama 60 hari dan pencabutan blokade maritim terhadap Iran. Pezeshkian menegaskan, Mojtaba secara terbuka mendukung MoU tersebut, meski awalnya keberatan.
Musuh-musuh Iran, lanjut dia, juga meningkatkan tekanan melalui sanksi dan konfrontasi militer dalam upaya untuk memicu ketidakpuasan publik serta mendorong demonstrasi. Dia menyebut periode kepemimpinannya saat ini sebagai yang paling sulit sejak Revolusi Islam 1979.










