Menhan AS Bantah Nyaris Kehabisan Rudal untuk Tangkis Serangan Iran

Menhan AS Bantah Nyaris Kehabisan Rudal untuk Tangkis Serangan Iran

Terkini | inews | Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:16
share

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth membantah laporan media massa bahwa persediaan amunisi terkuras signifikan akibat perang melawan Iran. Dia mengeklaim persediaan rudal sistem pertahanan tak berada pada level yang mengkhawatirkan,

Dalam posting-an di media sosial X, Hegseth mengatakan pemberitaan tersebut tidak benar, bahkan menyebutnya sebagai berita palsu.

"Berita itu tidak benar...," tulisanya.

Sebelumnya, CNN, mengutip keterangan para komandan senior militer memperingatkan, AS telah menggunakan hampir 80 persen rudal pencegat THAAD. Perang melawan Iran menguras paling banyak persediaan rudal sistem pertahanan AS.

Para komandan senior juga menyebut stok amunisi Departemen Pertahanan berada pada level sangat rendah dan berbahaya.

Disebutkan, stok sistem pertahanan udara utama AS menipis secara signifikan selama perang melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu. 

Militer AS menggunakan hampir 80 persen dari inventaris rudal THAAD, dibandingkan dengan sebelum perang. Selain itu, AS menggunakan sekitar 50 persen rudal pencegat Patriot sejak awal konflik tersebut.

Lembaga think tank Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan, AS memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot dan 452 rudal THAAD sebelum perang melawan Iran pecah.

Isu soal menipisnya amunisi ini sebenarnya sudah mengemuka sebelum Trump memutuskan untuk membatalkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Sumber pejabat itu juga mengatakan, Angkatan Darat AS telah menggunakan hampir seluruh rudal permukaan ke udara jarak jauh yang memiliki tingkat akurasi tinggi.

Topik Menarik