Menkeu AS Yakin Selat Hormuz Dibuka: Harga Minyak Akan Stabil Lagi
WASHINGTON, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent optimistis Selat Hormuz akan kembali dibuka dalam waktu dekat setelah tercapainya kesepakatan dengan Iran. Menurut dia, pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut akan membuat harga minyak dunia kembali stabil dan mengurangi gejolak di pasar energi global.
Bessent mengungkapkan pemerintah AS tengah melakukan pembicaraan dengan Iran dan berharap kesepakatan mengenai pembukaan Selat Hormuz bisa tercapai pada Rabu (5/8/2026). Dia meyakini langkah tersebut akan mengembalikan kondisi perdagangan energi ke situasi yang lebih normal.
"Kami sedang melakukan pembicaraan dengan Iran. Saya kira ada kemungkinan kita akan mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat sehingga bergerak menuju posisi lebih normal dalam konflik ini," kata Bessent.
Dia tidak memberikan jawaban tegas saat ditanya apakah Iran akan memberlakukan tarif bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun dia menegaskan jalur pelayaran tersebut merupakan perairan yang seharusnya bebas dilalui oleh kapal-kapal internasional.
Dia menilai pembukaan kembali Selat Hormuz akan memberikan dampak besar terhadap stabilitas harga energi dunia. Saat ini ratusan kapal tanker masih mengantre untuk melintasi jalur tersebut akibat pembatasan yang diberlakukan selama konflik berlangsung.
"Meski keadaan di sana selama beberapa hari ini masih agak belum pasti, kita telah melihat cukup banyak kapal yang keluar. Saya memperkirakan harga energi kembali turun dan seperti saya sampaikan, ini akan berdampak baik bagi seluruh dunia," ujarnya.
Pernyataan Bessent sejalan dengan komentar Presiden AS Donald Trump pada Senin lalu. Trump mengatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka sepenuhnya dalam waktu dekat sehingga arus perdagangan energi global dapat kembali normal.
Meski demikian, klaim pemerintah AS langsung dibantah oleh Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Washington terkait pembukaan Selat Hormuz.
Selain itu, Teheran juga membantah Selat Hormuz akan kembali dibuka seperti kondisi sebelum pecahnya perang pada 28 Februari, sehingga masa depan jalur pelayaran strategis tersebut masih menjadi tanda tanya.









